Site icon Berita Kota Makassar

10 Kabupaten dan Kota di Sulsel Kepesertaannya di Atas 95 Persen

MAKASSAR, BKM — Hingga akhir Mei 2018, jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara nasional telah mencapai 198 juta lebih. Jumlah ini diperkirakan mencapai 95 persen dari total jumlah populasi pada 1 Januari 2019.
Khusus di wilayah Sulsel, jumlah peserta BPJS Kesehatan telah mencapai 80 persen dari total populasi jumlah penduduk. Meski demikian, saat ini sudah ada sepuluh kabupaten dan kota di Sulsel kepesertaannya telah mencapai di atas 95 persen dari total populasi.
Sepuluh kabupaten dan kota tersebut, di antaranya Sidrap, Parepare, Bulukumba, Palopo, Luwu, Bantaeng, dan Gowa. Khusus di Makassar, jumlah kepesertaannya masih di bawah 95 persen. Hal ini disebabkan jumlah penduduknya terbilang cukup besar.
”Bagi kabupaten dan kota di Sulsel maupun Provinsi Sulbar, Sultra, dan Maluku yang kepesertaannya masih di bawah 95 persen, kita akan terus dorong dengan mengajak stakeholder lain agar bisa secara bersama-sama mengedukasi masyarakat untuk ikut menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujar I Made Puja Yasa, Kepala Deputy BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartramal (Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Maluku) di sela peresmian Posko Kesehatan BPJS Kesehatan di terminal penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sabtu (9/6).
Terkait pengadaan Posko Mudik BPJS Kesehatan tahun 2018 ini, kata Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan, Wahyuddin Bagenda didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, H Rachmat Latief, dengan melihat kehadiran Posko Mudik BPJS Kesehatan tahun-tahun sebelumnya. Posko ini akan hadir hingga 14 Juni 2018 mendatang.
”Kita selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di titik padat pemudik tersebut. Seluruh pelayanan dan fasilitas di Posko Mudik BPJS Kesehatan ini bisa diperoleh secara gratis. Sehingga pemudik tak perlu sungkan memanfaatkan keberadaannya,” kata Wahyuddin Bagenda.
Posko Mudik BPJS Kesehatan ini beroperasi selama 24 jam. Dimana di dalamnya terdapat dua tim yang bertugas secara bergantian. Masing-masing tim tersebut terdiri dari satu petugas BPJS Kesehatan, satu dokter dan dua paramedis yang berasal dari Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya yang bermitra dengan BPJS Kesehatan. Sejumlah ambulance pun sudah disediakan untuk berjaga-jaga apabila ada pemudik yang mengalami kondisi emergency dan harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
”Mereka yang dilayani dalam posko kesehatan ini bukan saja peserta JKN KIS yang terdaftar di BPJS Kesehatan Makassar. Tapi juga daerah lainnya di Indonesia. Sepanjang kartunya itu aktif atau tidak sedang menunggak pembayaran iuran. Tapi kalau menunggak, tentu mereka akan diperlakukan sebagai peserta umum seperti yang telah diatur dalam Perda kesehatan Pemprov Sulsel,” kata H Rachmat.
Di samping itu, selama libur lebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam. Termasuk hari minggu dan libur. Melalui call center ini peserta akan memeroleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi), pendaftaran peserta JKN-KIS, pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBI-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.
”Begitu pula kantor cabang BPJS Kesehatan tertentu, juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19, dan 20 Juni 2018 dari pukul 08.00 sampai 12.00,” tambah Wahyuddin. (mir)

Exit mobile version