Site icon Berita Kota Makassar

Kondisi Terminal Mallengkeri Amburadul

MAKASSAR, BKM– Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Mallengkeri Makassar, Senin (11/6).
Sidak dilakukan untuk melihat kondisi terminal sekaligus memantau arus mudik di sana. Sekaligus mengunjungo Posko Pelayanan Mudik Lebaran 2018.
Setiba di sana, Soni cukup kaget mendapati kondisi terminal yang amburadul. Genangan air terlihat dimana-mana. Sementara di beberapa tempat, kepulan debu jika ada kendaraan yang melintas.
Menurut salah seorang sopir angkutan kota antar daerah yang sering mangkal di sana, Supriadi, kondisi Terminal Mallengkeri sudah bertahun-tahun seperti itu. Infrastruktur jalan sudah belasan tahun tidak diperbaiki.
“Kalau musim kemarau, jalan berdebu, sedangkan musim penghujan terminal banjir hingga betis orang dewasa,” ungkapnya.
Untuk mencari solusi terhadap masalah Terminal Malengkeri tersebut, Soni Sumarsono telah menginstruksikan untuk dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) usai lebaran.
“Usai lebaran, Walikota Makassar, Direktur Perusda, Dishub Sulsel ketemu saya. Kita bicara bagaimana mencari solusi terhadap Terminal Malengkeri ini,” perintah Soni.
Dia menegaskan, persoalan ini harus segera dicari solusinya. Makassar merupakan kota besar, Kota Metropolitan. Terminal adalah fasilitas vital yang menjadi citra kota. Show window-nya kota, juga sebagai penunjang kemajuan pariwisata.
Di Terminal Mallengkeri, sejumlah petugas dari beberapa instansi terkait melakukan pemeriksaan kelayakan beroperasi angkutan kota.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kelayakan kendaraan angkutan umum tersebut, Dishub Sulsel menemukan puluhan bus antardaerah yang tidak layak jalan. Alhasil, petugas dishub langsung menertibkan sekaligus mengandangkan bus yang tak layak jalan itu.
Dia melanjutkan, tahun ini, pemerintah tidak mengeluarkan petunjuk teknis terkait tuslah atau tarif batas atas yang bisa diberlakukan oleh angkutan umum.
“Sampai saat ini, tidak ada petunjuk teknis soal tuslah. Jadi yang digunakn adalah tahun lalu, ” ungkapnya.
Ilyas menambahkan, puncak arus mudik yang melalui jalur darat diperkirakan terjadi kemarin. (rhm)

Exit mobile version