MAKASSAR, BKM — Inisiatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Azzahrah Batudoang Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, patut diacungi jempol.
Upaya mereka melakukan pembinaan pada masyarakat boleh dibilang sukses. Mereka mampu mengubah lahan tidur menjadi kebun produktif.
Seperti disampaikan Lurah Kapasa Raya, Abu Bakar. Metode pendekatan pembinaan kemasyarakatan yang dipilih adalah dengan program mandiri terpadu pertanian Agrobisnis memanfaatkan lahan kosong yang tidak diurus oleh masyarakat.
“Cikal bakal lahan percontohan ini dipilih berdasar kemampuan awal beberapa ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan lebih di bidang pertanian, kemudian kita kembangkan kerjasama DKP Makassar,” kata Abu Bakar.
Awal mula mengubah lahan itu dengan melakukan pengamatan awal selama beberapa bulan terhadap perilaku pola hidup masyarakat di Batudoang.
Pola hidup bercocok tanam sebagian besar masyarakat setempat masih dilakukan dengan metode yang sangat tradisional di mana mereka sangat mengandalkan kesuburan tanah dari lahan bercocok tanam yang mereka miliki dengan menerapkan pola tanam yang sangat sederhana, tidak menggunakan pupuk, perawatan minim dan tanpa pengolahan tanah garapan sebelum tanam.
Akhirnya digagas cara untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cara mengembangkan tanaman yang dapat dijadikan tanaman bisnis untuk mata pencaharian dengan memanfaatkan peluang kesuburan tanah yang sudah ada.
Gagasan konsep pembuatan lahan percontohan ini diprakarsai ibu-ibu PKK dan warga Batudoang, kemudian disampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar, untuk meminta saran dan masukan tentang konsep pengajaran yang dapat dilaksanakan terhadap masyarakat di Batudoang.
“Konsep tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala DKP Makassar. Dukungan penuh ini diwujudkan dengan pemberian pendampingan, penyuluhan serta dana pembinaan KWT. Hingga akhirnya awal 2017 penanaman dimulai,” ucap Abu Bakar.
Komoditi tanaman yang dipilih adalah sayur Sawi, Kangkung dan beberapa jenis lainnya.
“Pola pembuatan lahan dikerjakan bersama masyarakat guna mengajarkan secara langsung terhadap masyarakat tentang cara pembuatan lahan yang baik dan benar. Keterlibatan masyarakat ini secara langsung dimanfaatkan untuk berdiskusi dan tanya jawab serta belajar secara langsung tentang proses penyiapan lahan berdasar jarak dan ukuran yang ideal dari tim penyuluh DKP Makassar,” pungkasnya.
KWT Azzahrah Batudoang dilibatkan pada saat pemberian penyuluhan pengajaran secara terpadu tentang tata cara perawatan tanaman dan trik pemilihan bibit yang disiapkan agar hasilnya maksimal. (drw)
