MAMUJU, BKM — Mengantisipasi peredaran bahan makanan kedaluarsa dan tidak sesuai yang dipersyaratkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Enny Anggraeni Anwar bersama Kepala BPOM, Netty Nurmuliawaty, melakukan pengecekan masa penggunaan barang dan keamanan kemasan beberapa produk jajanan di Hypermart Maleo Town Square Mamuju, akhir pekan lalu.
Di supermarket tersebut, Enny memeriksa berbagai produk makanan dalam kemasan, makanan kaleng, sayuran, buah-buahan dan beberapa daging segar. Enny juga mengimbau masyarakat muslim agar membeli produk yang berlabel halal.
”Jadi kita periksa masa kedaluarsa beberapa produk. Juga memeriksa kaleng-kaleng makanan kalau ada yang penyok. Bahkan, ada beberapa makanan yang kita sita karena tidak bermerek, akan kita periksa dulu. Karena produsennya tidak ada dan kita tidak tau siapa yang bertanggung jawab atas makanan itu,” tutur Enny.
Usai dari Hypermart, Enny melanjutkan pengecekan beberapa takjil atau makanan ringan yang disediakan untuk berbuka puasa di sepanjang Jalan Tuna, Mamuju. Beberapa sampel makanan juga diambil untuk dilakukan tes laboratorium oleh BPOM. Hasilnya, beberapa makanan ringan seperti kerupuk mengandung zat pewarna makanan dan satu macam kerupuk yang positif mengandung boraks.
Dari hasil pemeriksaan dan pengawasan BPOM, untuk Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah 90 persen produk makanan aman dikonsumsi, sementara di Kabupaten Majene dan Polman, BPOM menemukan salah satu makanan mengandung unsur berbahaya. (ala/mir/c)
Wagub Temukan Produk Makanan Tanpa Produsen
