TAKALAR, BKM–Puluhan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Takalar baik yang berada di luar ruangan maupun yang ada dalam ruangan pola kantor bupati nampak tegang. Mereka terdiam saat Wakil Bupati Takalar, H Ahcmad Se’ re memasuki ruangan tempat pengambilan sumpah pelantikan dan serah terima jabatan, pejabat administrator lingkup pemkab Takalar, Jumat (22/6).
Ketegangan memuncak, tatkala Wabup Takalar mondar mandir dalam ruang pola meminta prosesi pengambilan sumpah sekaligus serah terima jabatan dihentikan.
“Mutasi ini jangan dilaksanakan dulu, bupati sepertinya tidak menghargai saya lagi selaku wakilnya,” Kata H Achmad Se’ re
Meski pada akhirnya prosesi pengambilan dan serah terima jabatan berjalan tertib dan lancar namun suasana tegang kian tersuguh, setelah Bupati Takalar, H Syamsari Kitta tiba di ruang pola dan langsung memerintahkan protokol membacakan konsideran pejabat baru yang akan dilantik.
“Mutasi adalah kewenangan pejabat pembina kepegawaian yang tak boleh diganggu gugat dan mutasi itu kebutuhan daerah, olehnya itu kita percaya pejabat yang baru dapat bekerja secara serius penuh amanah dan bertanggung jawab,” tegas Syamsari Kitta, Jumat (22/6).
Dalam pengambilan sumpah dan serah terima jabatan setidaknya ada 4 camat yang bergeser sekaligus dijabat oleh camat baru dan beberapa jabatan Esalon III lainnya, hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Takalar, HM.Jabir Bonto, Sekda H Nirwan Nasrullah, Penasehat Bupati, H A Makmur Andi Sadda dan sejumlah pimpinan OPD sekabupaten Takalar. (ari Irawan)
