MAJENE, BKM — Bupati Majene, Fahmi Massiara berharap agar agenda kesenian yang ditampilkan dalam pagelaran seni budaya Pesona ‘Cakkurirri’ dapat ditambah dengan kegiatan permainan rakyat.
Beberapa permainan rakyat yang bisa ditambahkan dalam Pesona Cakkurirri, di antaranya lomba permainan tradisional, lomba manjekka, maccangkel, massayang sayang, matteba, gasing, makkotau, dan makkalacang.
Di sela acara pagelaran seni budaya Pesona Cakkurirri di Lapangan Bura Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, akhir pekan lalu, Bupati Fahmi Massiara mengatakan, permainan rakyat yang sudah ada sejak masa lampau tersebut, harus dilestarikan kembali. Karena kini nyaris hilang dan tidak dikenali.
Bupati Majene berharap warga yang berada di wilayah Kecamatan Sendana agar tidak lagi ada kesalahpahaman terhadap bentuk kegiatan pesona Cakkurirri. Kegiatan Pesona Cakkurirri bukanlah kegiatan pelantikan raja atau mara`diaq dan perangkatnya.
Namun kegiatan ini murni sebagai suatu bentuk pegelaran seni dan budaya yang berusaha menggali dan memperkenalkan sejarah dan budaya agar tetap lestari dan dikenal generasi sekarang.
Ketua Panitia Pesona Cakkurirri, A Devianti Arna Altin, mengatakan, pagelaran seni tersebut bertujuan mengeksplor dan memperkenalkan pada dunia luar tentang kekayaan budaya yang dimiliki daerah khususnya kebudayaan Mandar.
Selain itu juga, tambahnya, untuk memperkenalkan sejarah budaya Mandar kepada anak cucu di daerah ini. Cerita-cerita yang disampaikan para orangtua bukanlah dongeng semata, namun memiliki data yang lengkap.
Kegiatan Pesona Cakkurirri ini berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 21 sampai 24 Juni 2018. Kegiatan pada tahun ini berbeda dengan pelaksanaan ditahun sebelumnya. Dimana, beberapa kolaborasi yang dilakukan bersama panitia Pessweq to Tammaq siswa kelas 4 se Kecamatan Sendana yang juga memberi warna dan nuansa baru pelestarian sejarah dan agama. (int)
Fahmi Harap Permainan Rakyat Ditambahkan di Pesona Cakkuri
