TAKALAR, BKM — Agenda mutasi dan pelantikan sekaligus serah terima jabatan esalon III lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar yang dilaksanakan di ruang pola kantor bupati Takalar, akhir pekan lalu, nyaris batal.
Wakil Bupati (Wabup) Takalar, H Achmad Se’ re tiba lebih awal di ruang pola meminta agar kegiatan mutasi dihentikan lantaran dirinya tidak dilibatkan dalam penempatan pejabat (mutasi).
”Saya meminta mutasi ini tidak dilaksanakan. Karena secara kelembagaan saya tidak dilibatkan untuk mengetahui siapa saja pejabat yang akan dilantik. Sepertinya bupati tidak lagi menghargai diri saya selaku wakil bupati,” kata H Achmad Se’re disaksikan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir di ruang pola,
Ketegangan dalam ruang pola semakin terlihat saat Bupati Takalar, H Syamsari Kitta tiba di lokasi pelantikan. Bupati meminta agar acara segera dimulai. Bincang tak bersahabat ala bupati dan Wabup ampak berlangsung singkat dihadapan peserta mutasi.
”Siapa yang ingin menghalangi ini mutasi. Saya selaku pejabat pembina kepegawaian memiliki kekuasan penuh melaksanakan mutasi yang sudah diproses secara bersama-sama oleh Baperjakat,” Ujar Syamsari Kitta.
Meski ketegangan terlihat diawal kegiatan, namun pada akhirnya pelaksanaan mutasi dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung sesuai agenda, setelah bupati Takalar memberi sambutan yang disambut aplaus seluruh hadirin termasuk Wabup.
Dalam pelantikan dan serah terima jabatan esalon III, sebanyak 16 ASN dilantik, 4 orang di antaranya sebagai camat baru. ”Saya yakin yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan mampu bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait,” kata Syamsari. (ira/mir/c)
Mutasi Pejabat, Wabup Merasa Tidak Dihargai
