Site icon Berita Kota Makassar

Tetap Sabar dan Ikhlas Layani Pembeli Dengan Watak Berbeda

PAKAIAN bekas layak pakai atau cakar ternyata masih banyak diminati warga Kota Makassar. Selain karena kualitas barang tak kalah saing, harga barang-barang cakar terbilang cukup terjangkau.Alhasil, jarang ditemukan pedagang cakar seperti Ahmadan gulung tikar.

Laporan: ARIF AL QADRY

Di kompleks bursa cakar di kawasan Jalan Batua Raya 14, masih menjadi salah satu tempat penjualan barang cakar di Makassar.Lokasi itu tidak pernah sepi dikunjungi pemburu cakar khususnya di akhir pekan.Semua barang mulai dari sepatu, jas hingga kemeja untuk laki-laki dan perempuan ada.
Sejumlah lapak-lapak penjual barang cakar, Minggu, (24/6) siang, cukup sesak oleh pemburu cakar.Baik laki-laki dan juga perempuan nampak serius mencari barang bekas.Satu persatu pakaian dicoba, jika senang diambil dengan lebih dulu melakukan penawaran harga.
Sesekali tawar menawar harga barang terdengar dalam lapak-lapak hingga akhirnya mendapatkan barang sesuai dengan harga ditawar.Ada barang yang murah tapi tidak sesuai keinginan, dan ada pula barang bagus sesuai keinginan tapi harganya mahal.
“Asal mau mencari pasti dapat ki yang baik. Kalau sudah ada barang yang bagus kita dapat, bisa ditawar. Karena harga barang yang ada masih bisa ditawar sesuai deal-dealnya,” sebut Ahmadan, salah seorang penjual pakaian cakar yang sudah tujuh tahun berada di Kompleks Cakar di Jalan Batua Raya 14.
Sesekali Madan, sapaan akrabnya nampak mengusap air di dahinya sambil melayani pengunjung di lapak tempat jualannya. Batang kayu berukuran tiga meter menjadi alat bantuan untuk mengambil pakaian – pakaian yang tergantung di atas dengan hanger.
Keringatnya semakin banyak keluar takkala ramainya permintaan dari pengunjung meminta pakaian-pakaian yang tergantung di hanger dibongkar dan diturunkan untuk dicoba.Namun pada akhirnya batal dan tidak jadi dibeli.
“Setiap hari saya melayani pelanggan dengan berbagai macam karakter. Ada cari barang kualitas bagus dengan harga sangat murah, tidak banyak tanya tapi langsung beli.Ada juga yang sudah banyak mencoba pakaian tapi tidak beli alias tanya saja dan coba-coba saja.Tapi semua itu harus tetap kita layani dan syukuri,” jelas pria kelahiran Ujung Pandang, 15 Maret 1993.
Pakaian cakar yang dijual bapak dua orang anak adalah mayoritas pakaian perempuan seperti kemeja, dan rok. Adapun pakaian laki-laki hanya jenis jas untuk ukuran orang dewasa. Harga pakaian cakar dijual cukup murah mulai dari harga Rp40 ribu hingga Rp45 ribu kemeja, dan Rp15 ribu hingga Rp20 ribu rok. Sedangkan jas laki-laki rata dijual seharga Rp100 ribu.
Semua pakaian cakar dibelinya dari daerah Kabupaten Pangkep. Barang dibeli langsung dari kapal dengan tiap kali pembelian per bal. Dalam satu bulan dapat membeli dua kali pakaian dengan tiap kali pembelian sebanyak dua bal khusus pakaian perempuan.
“Satu bulan saya biasa ambil atau beli pakaian dua kali. Satu kali pembelian bisa dua atau tiga bal di daerah Pangkep. Satu bal untuk kemeja perempuan isi 400 lembar, kalau rok isinya 280 lembar dan jas berisi 300 lembar per balnya,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version