MAKASSAR, BKM — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Milad ke-64, akhir pekan lalu di Auditorium Al Jibra, Kampus UMI.Milad UMI tersebut dihadiri langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Kehadiran JK pada hari jadi universitas swasta terbesar di Makassar itu juga untuk menerima penganugrahan Doktor Kehormatan Honoris Cuasa (DHC) dalam bidang pemikiran politik Islam.
Wapres Jusuf Kalla sebelumnya telah menerima gelar DHC Bidang Pembangunan dan Perdamaian dari Universitas Hiroshima, Jepang, 21 Februari lalu.
JK juga telah menerima gelar ini dalam berbagai disiplin ilmu termasuk politik, ekonomi, manajemen, pemerintahan, dan desentralisasi dari dalam dan luar negeri.
Pada tahun 2007, dia mendapat dua gelar Doktor HC dari Universitas Malaya, Malaysia, dan Universitas Soka, Jepang.
Kemudian tahun 2011 dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Hasanuddin, selanjutnya dari Universitas Brawijaya tahun 2013.
Kemudian dari Universitas Indonesia (UI), pada tahun 2015 dari Universitas Syiah Kuala serta dari Universitas Andalas di tahun 2016.
Ucu sapaan akrab JK juga mendapatkan gelar dari Rajamangala University of Technology Isan di Bangkok, Thailand pada tahun 2017.
Diawal 2018 ia kembali menerima Doktor HC bidang Sosiologi Agama dari Universitas Islam Alauddin Makassar pada 25 Januari 2018.
Pada kesempatan itu, JK membawakan orasi ilmiah berjudul Aktualisasi Prinsip Islam dalam Penguatan Semangat Kebangsaan.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono ikut menghadiri Milad ke-64 UMI dan turut menyaksikan penyematan DHC tersebut.
Pemberian gelar ini merupakan gelar DHC ke-12 bagi JK dan sebagai Wapres dengan gelar terbanyak. Sedangkan Presiden pertama Indonesia Soekarno dengan gelar terbanyak sebanyak 25 gelar.
“Pemberian gelar Ini adalah ke-12 bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang tertinggi bagi Wapres sedangkan Presiden Soekarno 25 gelar ini, terbanyak dan yang kedua Bapak JK,” sebut Soni Sumarsono yang juga hadir pada kegiatan tersebut.
Sumarsono juga mengatakan pemberian gelar ini sebagai bentuk pengakuan tertinggi perguruan tinggi kepada sosok JK yang telah memberikan pengabdian dan sumbangan pemikiran yang ada.
Sumarsono menaruh harapan besar bagi UMI untuk terus melakukan pengabdian dan dapat membantu dalam tri dharma perguruan tinggi Provinsi Sulsel sebagai pilar pembangunan Indonesia.
Pemberian gelar tersebut ditandai dengan pemasangan selempang, pin emas dan pemberian ijasah dari Rektor UMI Masrurah Mokhtar kepada JK.
Dalam laporannya Masrurah menyampaikan diusianya ke 64 tahun pencapaian signifikan telah diraih sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Indonesia Timur berdasarkan Klasterifikasi Kemenristek Dikti pada April 2018.
Adapun mahasiswa aktif UMI sampai tahun 2017/2018 mencapai 22.788 orang sedangkan alumni yang dimiliki 90.526 orang.
Masrurah menyebutkan pemberian gelar kepada tidak lahir begitu saja, tetapi melalui kajian yang serius dan mendalam dari anggota senat Universitas.
“Setelah mempelajari nilai dan mempertimbangkan gagasan, semangat dan jasa beliau, antara lain kebijakan strategis dalam bidang manajemen bisnis. Beliau sosok ekonom dan politikus yang tidak hanya beteori, namun juga terlibat langsung dalam upaya meningkatkan kesejateraan masyarakat,” paparnya.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatangan MoU antara UMI dan Garuda Indonesia.
Pihak Rektorat Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang diwakili oleh Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Vice President Sukapua Region PT Garuda Indonesia, Tbk I Wayan Supatrayasa disaksikan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla.
“Penadatangan MoU ini merupakan bentuk kerja sama pihak UMI dengan Corporate Garuda Indonesia dalam pelayanan jasa penerbangan,” kata Rektor UMI Prof Dr Masrurah Mokhtar disela Milad ke-64 UMI dan penganugrahan doktor kehormatan Doctor Honoris Causa (DHC) pada Wapres di Makassar.
Dia mengatakan, selain melakukan penandatangan dengan pihak Garuda, juga menandatangani nota kesepahaman dengan pihak Kodam XIV Hasanuddin.
Sementara itu, I Wayan mengatakan, kerja sama ini berupa pemberian potongan harga tiket untuk seluruh civitas akademika UMI yakni dosen, mahasiswa, karyawan beserta keluarga.
“Ini berlaku baik untuk perjalan dinas maupun nondinas, kami siap memberikan harga khusus,” katanya. (rhm)
UMI Milad ke-64, Berikan DHC ke JK
