Site icon Berita Kota Makassar

NA Menang di TPS Agus Mencoblos

MAKASSAR, BKM–Sejumlah daerah yang menjadi basis pemenangan bahkan merupakan kampung halaman pasangan calon gubernur tidak menjadi jaminan untuk meraih dukungan suara yang signifikan di kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang dihelat 27 Juni kemarin.
Seperti yang terjadi di kampung halaman Ichsan Yasin Limpo yakni Kabupaten Takalar dimana pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) unggul. Kabupaten Takalar juga dimenangkan pasangan NA-ASS yang diusung oleh koalisi PDIP, PKS dan PAN. Pasangan ini bahkan menang di TPS yang terletak disekitaran rumah jabatan Bupati dan rumah jabatan wakil Bupati Takalar, tepatnya dikelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. ” Pasangan nomor urut 3 unggul sebanyak 189 suara disusul nomor urut 4 dengan raihan suara 152, nomor urut 1 79 suara, kemudian nomor urut 2 meraih suara 26,” Kata Irfan, Ketua KPPS 02, kelurahan Kalabbirang.
Selain diTPS 02, NA-ASS juga menang tipis diTPS 05 tempat wakil Bupati Takalar, H Achmad Se’ re menyalurkan hak suara bersama keluarganya, dimana diTPS 05 tersebut NA – ASS meraih suara sebanyak 226, Ihsan Yasin Limpo – Andi Muzakkar mendapat sebanyak 221 suara disusul NH – Azis 66 dan Agus – TBL 39 suara.
Pasangan NA-ASS juga unggul telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana calon gubernur Agus Arifin Nu’mang melakukan pencoblosan. Agus mencoblos di TPS 06 Kompleks Perumahan Mawar, Kelurahan Masalle, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. NA-ASS unggul dengan perolehan suara 123.
Untuk pasangan nomor urut satu, NH-Aziz mengantongi 15 suara, Agus-TBL 52 suara, dan IYL-Cakka 20 suara.
Menurut Ketua Panitia Pemilihan Suara (KPPS) TPS 060 Mawar, Abdul Kadir Marsali, jumlah partisipasi masyarakat yang memilih hanya sebanyak 212 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 682. Artinya ada sebanyak 468 masyarakat yang tidak datang memilih di TPS 06 ini.
Menurutnya, jumlah DPT di sini ada sebanyak 682, tapi yang didistribusikan hanya sekitar 500, karena selebihnya itu ada yang salah alamat dan ada yang sudah meninggal.
Ia melanjutkan, penghitungan suara yang dilakukan telah disaksikan oleh seluruh saksi kandidat yang di tempatkan di TPS 06 kompleks perumahan Mawar.
Cagub nomor urut dua, Agus Arifin Nu’mang melakukan pencoblosan di TPS 6 Mawar bersama delapan anggota keluarga lainnya. Termasuk sang isteri, Majda Muhidin Agus. Sebelum mencoblos, mantan wakil gubernur itu melakukan sejumlah aktifitas. “Tadi bangun pagi, mandi, sholat subuh di masjid raya, kembali tadi nonton tv, buka wa laporan yang ke daerah, sebelumnya sholat duha, baru ke TPS,” kata Agus.
Dia optimis bisa unggul dengan berbagai alasan. Salah satunya, memanfaatkan suara 30 persen dari masyarakat Sulsel yang tidak terpengaruh dengan praktek money politics.
“Hitungan saya itu 30 persen masyarakat Sulsel tidak terpengaruh money politics, tiga puluh persen itu kalau dihitung sekitar 1,8 juta dari seluruh wajib pilih. Jadi kalau 70 persen itu bermain di segmen itu dan terbagi rata InshaAllah saya akan memenangkan,” ujar Agus.
Dia mengajak masyarakat, khususnya pendukungnya, agar berpikir positif.
“Mari kita selalu berfikiran positif. Saya selalu berfikir positif. Saya ingatkan tim saya bahwa kita selalu berjalan sesuai aturan saja karena kita mau pilkada di Sulsel walaupun selalu dikatakan zona merah, tapi InshaAllah saya yakin kita akan jalani dengan happy ending,” ulasnya.
Mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ikut memberikan hak suaranya dalam Pilgub ini. Dirinya melakukan pencoblosan di TPS 001 Kelurahan Sawerigading Kecamatan Ujung Pandang. SYL datang bersama istrinya drg. Hj. Ayunsri Harahap dan dua anaknya Indira Chunda Thita Syahrul Putri dan Kemal Redindo Syahrul Putra serta cucunya Andi Tenri Bilang ‘Wesabbe’ Radisyah Melati.
SYL mengatakan momentum Pilgub adalah momentum penting dan strategis untuk menentukan kemajuan dan kepemimpinan suatau daerah selama lima tahun mendatang. “Kita berharap dari sini melahirkan pemimpin negarawan bukan hanya politik. Pemimpin negarawan itu berarti yang akan bertanggung jawab terhadap semua di wilayah itu atas nama bangsa. Bukan hanya yang memilih dia, bukan hanya tim sukses dan partainya,” katanya.
Sebagai tokoh masyarakat dan pimpinan Partai Nasdem, ia mendorong Pilkada bisa melahirkan pemimpin yang mau bekerja untuk semuanya demi harga diri, martabat dan kesejahteraan Rakyat Indonesia.
Tak hanya itu, SYL juga menjadikan Pilkada sebagai tolak ukur kinerja Partai Nasdem di Sulsel. Serta pembelajaran bagi masyarakat dalam menyambut Pilpres dan Pileg 2019 mendatang.
“Bagi nasdem tentu saja pendekatan normatif dan aturan berpolitikan menjadi penting. Momen pilkada akan menjadi pembelajaran bagi kader sebagai persiapan pemilu besok. Persiapan yang lebih baik untuk menjadikan Nasdem di partai papan atas,” pungkasnya. (ira-rhm-nug/rif/c)

Exit mobile version