MAKASSAR, BKM –Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri mengumumkan kelulusan calon siswa baru untuk tahun pelajaran 2018-2019. Jalur pendaftaran yang diumumkan adalah jalur akademik, afirmasi, kemitraan, dan prestasi, Kamis (28/6).
Pengumuman dilakukan secara online, melalui Website ePanrita milik Dinas Pendidikan.
Ketua PPDB SMA/SMK Negeri, Basri menjelaskan, dari hasil pantauan, ternyata kuota yang diberikan untuk jalur afirmasi atau warga tidak mampu, jalur prestasi, jalur khusus untuk siswa pindahan cukup sepi peminat. Pasalnya, kata Basri, untuk mendaftar lewat jalur tersebut, butuh persyaratan khusus.
Untuk jalur prestasi misalnya, calon siswa yang mendaftar lewat jalur itu, minimalnya harus punya prestasi minimal tingkat provinsi. Sementara untuk afirmasi, siswa harus mengantongi kartu PKH atau program keluarga harapan. Sementara untuk jalur khusus, memang diperuntukkan bagi siswa yang pindah domisili karena ikut orang tua atau bencana.
“Jadi kuota untuk jalur tersebut tidak terisi semua kuotanya. Malah ada sekolah yang tidak terisi, ” ungkap Basri di ruang kerjanya, kemarin.
Kuota yang tidak terisi di tiga jalur tersebut akan dialihkan ke jalur domisili yang akan dibuka 2-7 Juli mendatang.
“Perkiraan saya, jalur domisili bergeser menjadi 70 hingga 80 persen. Tapi tidak seragam di setiap sekolah, ” ungkapnya.
Dia melanjutkan, untuk jalur akademik dengan kuota 42 persen, seluruh terisi malah peminatnya membeludak.
Sejauh ini, masih ada kendala dan persoalan yang ditemukan pasca pengumuman PPDB.
Saat pengumuman pagi hingga siang, website ePanrita sangat susah diakses.
Bukan itu saja, salah satu orang tua siswa, Masdir yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 2 Makassar melakukan komplain. Pasalnya, kuota siswa yang diterima di SMAN 2 melalui jalur akademik sebanyak 70 orang. Skoring anaknya yang bernama Dwi Suci masuk dalam range siswa yang lulus. Nilainya 433 poin. Seharusnya Suci berada di urutan 43. Namun di sistem, namanya tidak ada. Di urutan 42 skoring siswa lulus 434. Dibawahnya langsung terinput siswa dengan skoring 432.
Terkait persoalan itu, M Basir menjelaskan akan segera menindaklanjutinya. “Kami akan segera menindaklanjuti, ” pungkasnya. (rhm)
