MAKASSAR, BKM–Dua partai politik di Sulsel masing masing Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) kembali membuktikan jika naluri kemenangannya di kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel kembali terbukti.
Untuk ketigakalinya Pilgub secara langsung digelar di Sulsel, koalisi PDIP dan PAN kembali berjaya setelah pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) memenangkan pemilihan dengan meraih dukungan diatas 40 persen berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan konsultan pemenangan.
Pada Pilgub yang digelar pada 2007 lalu, PDIP dan PAN berkoalisi dengan PDK, PDS dan PKPI mengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang jilid I). Kemudian pada Pilgub Sulsel 2013, koalisi PDIP dan PAN juga berkoalisi dengan Golkar bersama PPP mengusung Sayang Jilid II.
Pilgub kali ini, PDIP dan PAN berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memenangkan pemilihan dukungan rakyat Sulawesi Selatan mengalahkan mengalahkan pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar dan pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo.
Politisi PKS Sulsel Ariady Arsal mengaku sangat mengapresiasi hasil yang diraih NA-ASS di Pilgub 2018 ini. “Dalam sejarah Pilgub Sulsel yang digelar secara langsung, baru kali ini usungan PKS memenangkan kontestasi. PKS sudah pecahkan telur,”ujar Ariadi yang tercatat sebagai anggota DPRD Sulsel dua periode.
Mantan ketua MPW PKS Sulsel ini mengaku bila penerimaan masyarakat Sulsel atas program PKS sudah cukup bagus. Buktinya pada Pilbup 2013 dan Pilbup 2015 lalu, dua kader PKS menang yakni Amru Saher di Luwu dan Syamsari Kitta di Takalar. Selain itu, hasil Pileg 9 April 2014 lalu dua kader PKS tampil sebagai Ketua DPRD masing-masing di Bantaeng dan Pinrang. (rif)
Usungan PDIP dan PAN Kembali Menang, PKS Pecah Telur
