MAKASSAR, BKM–Hasil yang diraih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Nurdin Halid-And Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dinilai Partai Golkar sangat mengecewakan lantaran kerja-kerja pengurus dan kader tidak maksimal. Bahkan ada pengurus dan kader yang mencoba menghianati keputusan yang telah dikeluarkan partai berlambang pohon beringin rindang ini di Pilgub Sulsel 27 Juni lalu.
Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid (NH), menegaskan jika saat ini Partai Golkar banyal dihuni para penghianat partai. Untuk itu, NH membentuk tim investigasi untuk melakukan evaluasi.
Dalam kegiatan silaturahmi dengan relawan pendukung NH-Aziz, di kediaman pribadinya Jl Mapala, Kecamatan Rappocini. NH menyampaikan sejumlah poin penting yang sangat mengejutkan.
“Peristiwa politik pasti ada kader yang loyal, setengah loyal dan ada juga penghianat. Dari setiap pemilu Golkar perolehan suaranya selalu tertinggi, namun karena dihuni oleh orang orang penghianat, yang tidak loyal kepada partai maka hasilnya seperti yang kita telah saksikan,”ujar NH, Minggu (1/7).
Menurut NH, tim investigasi yang akan dibentuk nantinya akan melakukan penelitain dan investigasi, terhadap kader Golkar yang tidak loyal. “Ini bukan soal NH-Aziz, tapi sial tidak loyal kepada partai,”jelasnya.
Dihadiri sejumlah petinggi Golkar Sulsel dan kabupaten/kota, seperti M Roem, Abdillah Natsir, Ambas Syam, Taufan Pawe dan pengurus lainnya, NH bersama Aziz tampak begitu tegar dan tenang, meski hasil hitung cepat alias quick count tidak mengunggulkan mereka.
Didampingi istri tercinta, Andi Nurbani, NH menyebut apa yang disampaikannya bukanlah pidato kekalahan, bukan pula pidato kemenangan. “Ini bukan pidato kekalahan, tapi juga bukan pidato kemenangan. Ini ucapan terima kasih kepada kita semua yang teah berjuang kurang lebih 15 bulan 27 hari,” kata NH.
Menurut NH, cita dan mimpi mewujudkan Sulsel Baru ternyata belum mendapatkan restu dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Paling tidak, itulah yang terlihat merujuk hasil quick count yang hanya menempatkannya pada urutan kedua, kalah dibandingkan pasangan nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Tapi, sebagai petarung, ia belum menyerah. Olehnya itu, NH-Aziz secara resmi belum menyampaikan ucapan selamat kepada NA-ASS.
“Kita tidak tahu peristiwa ke depan, siapa tahu Allah SWT merestui,” kata NH yang juga Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar.
Selepas pidato, NH mendatangi segenap perwakilan relawan dan simpatisan yang hadir. Mereka berurai air mata melihat jagoannya yang tampak begitu tegar. Mereka bergiliran menyalami dan memeluk NH. Melihat itu, mantan Ketua PSSI itu pun kembali berlinang air mata.
Pada kesempatan itu, NH juga menyampaikan alasan pihaknya belum memberikan ucapan selamat kepada NA-ASS. Bukan karena tidak mau mengakui kekalahan. Tapi, lebih kepada menghargai proses tahapan Pilgub Sulsel 2018. Jangankan ucapan selamat, sambung dia, dukungan penuh akan diberikan kepada siapapun paslon yang ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Namun, untuk saat ini pihaknya tidak ingin mendahului penetapan KPU yang masih merampungkan rekapitulasi C1 alias real count.
NH menyebut sudah semestinya seluruh kandidat untuk bersatu memberikan dukungan kepada gubernur terpilih untuk membangun Sulsel yang ebih baik. “NH-Aziz dan tim senantiasa taat azas, apapun hasilnya itulah yang terbaik untuk Sulsel. Bukan soal mengakui atau tidak mengakui, tapi kami menghargai proses yang sedang berlangsung. Insya Allah setelah penetapan, pasti kita akan mendukung siapapun yang ditetapkan oleh KPU sebagai gubernur terpilih,”pungkasnya.
Sekedar diketahui, dari 24 daerah, Golkar mengontrol 12 kadernya pada posisi sebagai bupati, wali kota, wakil bupati dan wakil wali kota diantaranya, Syamsu Rizal di Makassar, Iksan Iskandar di Jeneponto, Basli Ali di Selayar, Andi Fahsar Padjalangi di Bone, Andi Kaswadi Razak di Soppeng, Andi Burhanuddin Unru di Wajo, Taufan Pawe di Parepare, Syamsuddin Hamid di Pangkep, Darwis Bastama di Pinrang, Muslimin Bando di Enrekang, Viktor Datuan Batara di Tana Toraja dan Thoriq Husler di Luwu Timur. (rif)
