Site icon Berita Kota Makassar

Diinisiasi SYL, Hari Ini Diresmikan Jokowi

MAKASSAR, BKM — Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama dan terbesar di Indonesia akan diresmikan Presiden Jokowi hari ini, Senin (2/6). PLTB yang terletak di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap ini diinisiasi oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menjabat Gubernur Sulawesi Selatan.
Ide pembangunan PLTB tersebut muncul saat SYL menginginkan hadirnya listrik murah untuk rakyat yang bersumber dari energi baru terbarukan. Iapun mengenali betul potensi daerahnya, di mana memiliki angin dengan kecepatan yang cukup untuk pembangunan PLTB.
Peluang ini kemudian ditangkap oleh investor asal Amerika Serikat, yakni UPC Renewables. Bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan, pembangunan PLTB Sidrap dimulai tahun 2016 lalu, setelah perjanjian kerjasamanya ditandatangani pada Agustus 2015.
Pembangunan PLTB yang menghasilkan energi listrik 75 megawatt ini menelan investasi sebesar USD 150 juta dollar, atau sekitar Rp1,99 triliun (dengan kurs dolar Rp 13.300). Dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, PLTB dengan total 30 kincir angin ini diprediksi bisa memenuhi kebutuhan energi listrik untuk 70 ribu pelanggan.
Sistem interkoneksi PLTB Sidrap akan memanfaatkan tapping jaringan PLN SUTT 150 kV Sidrap-Maros yang terdiri dari empat sirkit, dua konduktor zebra sepanjang 3 km (8 tower) menuju T/L 150 kV Sidrap-Maros dan terhubung secara double phi.
Model turbin yang digunakan adalah turbin angin class IIA Gamesa Eolia Corporation’s G114 2,5 MW pada menara baja dengan ketinggian 80 meter. Setiap tiang turbin angin memiliki tiga baling-baling dan didirikan di atas menara berbentuk tabung yang terdiri dari 3 bagian.
Sekadar informasi, PLTB Sidrap merupakan salah satu proyek kebanggaan Jokowi. Sebelumnya, melalui akun resmi sosial medianya, Jokowi menulis deskripsi progres proyek tersebut. Tiang-tiang berwarna putih berjajar di punggung pebukitan Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, nun di pelosok tengah Sulawesi Selatan, sekitar 200 kilometer dari Makassar. Tiang-tiang itu begitu menonjol, berukuran raksasa, tingginya 80 meter.
“Pada sebagian tiang menara baja itu, di ujungnya sudah terpasang baling-baling besar, garis tengahnya 57 meter, sehingga total tingginya mencapai 137 meter. Ya, inilah tiang-tiang kincir angin raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Indonesia,” tulis Jokowi di akun Facebook resminya, pada Desember tahun 2017 lalu.
Menurut Jokowi, kawasan pebukitan Sidrap memiliki potensi angin yang bagus, dengan perkiraan kecepatan angin berkisar tujuh meter per detik yang cocok untuk kebutuhan menggerakkan baling-baling PLTB.
General Manager PT PLN Sulselbar Bambang Yusuf, mengapresiasi apa yang dilakukan SYL selama menjabat Gubernur Sulsel, khususnya dalam hal ketersediaan energi. Apalagi, pemanfaatan energi terbarukan untuk energi listrik di Sulsel cukup besar.
Tidak hanya PLTB Sidrap, di akhir masa jabatannya pada 4 April 2018 lalu, SYL bahkan memfasilitasi pihak PLN yang diwakili GM PLN Sulselbar Bambang Yusuf, untuk menandatangani komitmen bersama pembangunan PLTB Takalar.
Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap sudah beroperasi hampir empat bulan terakhir.
Pj Gubernur Sulsel Sumarsono telah meninjau PLTB ini pada Juni lalu. Soni, sapaannya, mengatakan beroperasinya PLTB ini jadi bukti proyek nasional di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang ada di Sulsel, berhasil. Dan diharapkan juga demikian dengan proyek-proyek lainnya.
“Ini adalah proyek pertama untuk pembangkit listrik tenaga bayu,” kata Sumarsono.
Megaproyek PLTB Sidrap ini, lanjut Sumarsono, mesti menjadi ikon baru bagi Sidrap dan menjadi destinasi wisata unggulan. Dengan membuat rencana induk pariwisata daerah, lalu detail kawasan. Termasuk misalnya nanti diatur terkait lokasi penempatan UKM, parkir dan toilet.
Kepala Dinas ESDM Sulsel Gunawan Palaguna menambahkan, selain progres tahap I yang sudah berjalan, juga dibicarakan pengembangan PLTB Sidrap tahap II. Untuk tahap I dengan kapasitas 75 MW sudah terkoneksi dengan jaringan PLN.
“Untuk tahap II ada lebih dari 20 kincir lagi yang rencananya akan dibangun, dengan kapasitas 50 MW,” ujarnya.

500 Personel TNI-Polri

Kedatangan Presiden Jokowi di Sidrap mendapat pengawalan ketat aparat gabungan TNI-Polri. Sebannyak 500 personel keamanan diterjunkan selama presiden berada di daerah ini.
“Ada kurang lebih 500 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan,” ujar Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan di kantornya, Minggu (30/6).
Menurut Ade, pengamanan presiden hingga mengerahkan 500 personel sudah sesuai prosedur tetap (protap). “Ini sudah sesuai protap dan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan presiden,” terangnya.
Pengamanan tidak hanya dilakukan di area PLTB yang akan diremikan. Tapi juga di jalan-jalan dan obyek vital yang akan dilalui orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Selain mengunjungi Kabupaten Sidrap, RI 1 juga direncanakan melaksanakan kunjungan kerja di Kota Parepare dan Kabupaten Wajo untuk meresmikan beberapa proyek lainnya.

Serahkan 3.000 Sertifikat

Di Kota Parepare, Presiden Jokowi akan menyerahkan secara simbolis 3.000 sertifikat prona. Penyerahannya dilaksanakan di Lapangan Andi Makkasau hari ini, Senin (2/7).
Seminggu sebelum kedatangan presiden, aparat TNI di daerah ini sudah melakukan sterilisasi. Komandan Kodim (Dandim) Mallusetasi Kol Inf K Adi Hamsyah mengatakan, semua personel TNI/polri terlibat dalam pengamanan ini.
Menurut Adi, presiden yang menggunakan helikopter akan mendarat di Stadion Gelora Mandiri. Selanjutnya menuju lokasi yang sudah disiapkan oleh Pemkot Parepare.
Pantauan BKM sehari menjelang kedatangan Jokowi, di Restoran Asia terlihat persiapan untuk menjamu presiden. Sejumlah pria bertubuh tegap dan berpakaian batik bersama aparat kepolisian dan TNI, nampak memasuki restoran yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Parepare ini.
Dari susunan acara persiapan kedatangan Jokowi, Restoran Asia menjadi salah satu alternatif tempat makan siang presiden usai melakukan penyerahan sertifikat prona.
Selain Restoran Asia, Café dan Resto Teras Empang yang berlokasi di Jalan Andi Dewang, Kelurahan sumpang Minangae, masuk dalam salah satu pilihan Jokowi melakukan santap siang. (rhm-ady-smr/rus)

Exit mobile version