GOWA, BKM — Ada yang menarik yang dilakukan warga Kelurahan Bulutana pasca Pilkada Sulsel 27 Juni lalu. Karena Punggawa IYL menang telak di kelurahan mereka bahkan di Kecamatan Tinggimoncong, membuat para perempuan di Bulutana menyatakan kesyukurannya.
Para perempuan dimotori seorang perempuan yang ditokohkan yakni Nurliah Dg Kamma, melakukan aksi bersama ‘Addengka Ase Lolo’ atau menumbuk padi muda di malam hari.
Addengka ase lolo di malam hari ini menurut Nurliah Dg Kamma yang merupakan aktivis perempuan Bulutana ini, adalah wujud kegembiraan bagi mereka dan segenap warga masyarakat Bulutana karena Punggawa IYL yang mereka dukung sepenuh hati dalam Pilkada Sulsel ini ternyata unggul dari tiga calon lainnya.
“Meskipun secara keseluruhan pak Punggawa tidak menang pada Pilkada gubernur ini namun kami semua warga masyarakat di sini tetap gembira karena pak Punggawa tetap menjadi panutan kami. Dan menumbuk padi muda yang kami lakukan ini adalah bentuk kegembiraan dan kesyukuran masyarakat di sini,” kata Nurliah Dg Kamma.
Nurliah Dg Kamma juga mengatakan, dilakukannya aksi numbuk padi muda ini juga karena sebagai rasa syukur masyarakat petani di Bulutana dalam keberhasilan panen padi.
Tradisi tumbuk padi muda pada setiap momen syukur ini selain dilakukan masyarakat di kelurahan Bulutana, juga dilakukan di Kelurahan Bontolerung dan Kelurahan Pattapang.
Aksi Padengka Ase Lolo ini (penumbuk padi muda, red) juga diwarnai aksi tradisi adat tu riolo seperti A’barutu dan Paddekko (tari-tarian jenaka warga dalam menumbuk padi muda). (saribulan)
