Sembilan tahun yang lalu, Syahadat (24) memulai bisnis berjualan sepatu dan tas menggunakan mobil dengan berkeliling. Namun, lelaki ini juga kerap stand by di sekitaran Jalan Hertasning dan Alauddin, Kota Makassar. Dengan kegigihan, semangat dan ketekunan, omset dan keuntungan yang diraih lelaki ini terus meningkat setiap tahunnya.
Oleh: Ardhita Anggraeni
Dalam sebulan, Syahadat bisa mengantongi pemasukan rata-rata mencapai Rp1 juta. Artinya, dalam sebulan, dia bisa meraih omset hingga puluhan juta.
“Alhamdulillah sekarang sudah lumayan hasil didapatkan. Kalau dulu masih sedikit karena saya belum tahu cara berbisnis. Karena awalnya saya cuma disuruh bantu jualan oleh orang tua tapi karena keenakan jadi keterusan,” ungkapnya saat ditemui beberapa hari lalu.
Diapun bercita-cita mengembangkan bisnisnya dengan menjual sepatu yang memasang brand-nya sendiri.
Dalam berbisnis, Syahadat memegang prinsip totalitas. Peluang yang ada harus ditangkap. Berbisnis tidak boleh setengah-setengah.
Menurutnya, menjalankan bisnis harus sungguh-sungguh, manjadda wajadda. Selain itu harus tahu dan bisa baca keinginan konsumen. Itu juga penting sebelum membuka sebuah usaha. Sebab, bisnis yang dijalankan sebelum melihat peluang atau pangsa pasar tidaklah berjalan bagus.
“Dimana kita harus melihat kondisi konsumen-konsumen kita. Jka konsumen kita kalangan menengah ke bawah, kita harus memasarkan barang yang hargannya jangan terlalu mahal. Kebetulan sasaran saya kalangan bawah, jadi saya harus mencari barang yang murah tentunya dan kualitasnya juga lumayan, dan itu yang jadi kemauan konsumen tentunya murah dan kualitas bagus,” bebernya.
Semakin hari, ‘jualan’ Syahadat makin dikenal masyarakat. Langganannya pun semakin banyak. Barang jualannya yang awalnya hanya satu karung, menjadi dua karung dan bertambah terus. Diapun mulai bisa menabung untuk kebutuhan hari tua dengan menyisihkan sebagian keuntungannya.
Syahadat juga beberapa kali mengikuti sejumlah even. Dia memamerkan sekaligus menjual produknya secara intens. Dan tidak tanggung-tanggung, produk atau jualannya akan diperjuangkan untuk merambah hingga ke luar negeri.
“Varian sepatu terlaris yang paling banyak dicari pembeli yaitu Caterpilar yang harganya berkisar 300ribuan. Saya juga sering ikut pameran baik event berskala lokal dan nasional, yah semoga juga bisa nanti lebih dari itu (Internasional),” akunya.
Ia juga berharap agar anak muda di luar sana tidak pantang menyerah saat membangun bisnisnya. Syahadat juga ingin apa yang ia jalani saat ini dapat membuat dirinya lebih maju lagi kedepan tanpa membebani orang lain.
“Jika kita giat dan tekun bekerja serta kemauan yang kuat pasti akan membuahkan hasil,” tutupnya. (Ita)