TAKALAR, BKM–Dua kasus dugaan korupsi kini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Takalar. Namun hingga kurun waktu tiga bulan, progres penanganan kedua kasus yang dilaporkan masyarakat itu, tak urung menemui titik terang. Kedua kasus tersebut adalah dugaan penyimpangan SPPD fiktif dua anggota DPRD Takalar dan dana CSR bantuan 40 ekor sapi.
Menyikapi mandeknya kedua kasus tersebut, mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Republik Indonesia (Kamri) Cabang Takalar, Muhammad Ridwan Tate meminta pihak Kejaksaan untuk fokus menuntas kedua kasus tersebut.
” Kami meminta Kejaksaan transparan dan menuntaskan kedua kasus tersebut,” tegasnya.
Muhammad Ridwan juga meminta agar Kejaksaan tidak pandang bulu dalam penegakan supremasi hukum. Apalagi, hampir dalam kurun waktu setahun kinerja Kejari Takalar dalam mengusut serta menuntaskan kasus korupsi masim melempem.
“Kejaksaan harus tampil terdepan dalam penegakan hukum, jangan dilihat besar kecilnya sebuah peluang kerugian negara, tetapi paling tidak efek jera harus diberikan pada pelaku tindak pidana korupsi,” Tandas Muhammad Ridwan.
Terpisah, Kepala Seksi Intelijen, Akbar SH yang dikonfirmasi sekaitan hal tersebut mengatakan kedua kasus tersebut tetap berlanjut.
“Penuntasan sebuah kasus butuh penyelidikan tingkat tinggi penuh kehati hatian, termasuk kasus dugaan SPPD fiktif dua anggota Dewan dan kasus CSR sapi, intinya kedua kasus tersebut tetap berlanjut,” Kata Akbar SH. (ari Irawan)
