Site icon Berita Kota Makassar

Tak Capai Target, Tiga SKPD Masuk Zona Merah

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, menggelar rapat koordinasi dan evaluasi capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar tahun 2018.

Rapat koordinasi yang digelar di ruang Sipakatau, lantai II kantor Balai Kota Makassar dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dengan menghadirkan sejumlah para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rabu (4/7).
Dalam rapat koordinasi itu, Bappeda merilis sedikitnya tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki capaian kinerja dan program rata-rata di bawah 50 persen. SKPD yang memiliki capaian kinerja termasuk program di bawah 50 persen adalah Dinas Sosial (Dinsos) dengan capaian hanya 45,7 persen, Dinas Perhubungan (Dishub) dengan rata-rata capaian kinerja, 48,32 persen, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BK-PSDMD) Kota Makassar rata-rata capaian kinerja 38,56 persen.
Sementara SKPD yang capaian kinerja dengan rata-rata 50 persen yaitu, Dinas Penataan Ruang dengan capaian kinerja 52 persen dan capaian program perencanaan tata ruang 0 persen, Dinas Komunikasi dan Informatika rata-rata 51,41 persen capaian kinerja dan capaian program pemberdayaan kelembagaan media massa dan masyarakat memiliki capaian 40 persen.
Menurut Danny sapaan akrab wali kota, rapat koordinasi yang dilakukan untuk sekaligus memberikan evaluasi bagi SKPD yang capaian kinerja di bawah 50 persen.
“Rapat evaluasi RPJMD ini kami temukan beberapa SKPD memiliki capaian di bawah standar dan bahkan ada juga di bawah 50 persen dengan capaian 30 persen. Ini menjadi bahan evaluasi penyegaran bagi SKPD,” kata Danny.
Bisa saja kata Danny, setelah dilakukan evaluasi SKPD yang memiliki capaian kinerja dan program dibawah 50 persen dengan memasukkan dalam gerbong mutasi yang dalam waktu dekat dilaksanakan, capaian kinerja dapat lebih membaik.
“Ada sekitar lima SKPD yang capaiannya di bawah rata-rata dan masuk dalam pantauan penyegaran. Siapa tahu perlu penyegaran baru bisa naik dan membaik kinerja-kinerja,” tambahnya.
Ditanya waktu pelaksanaan mutasi dilaksanakan, Danny menyebut dalam waktu dekat ini berusaha untuk memulai membuka gerbong mutasi. (arf)

Exit mobile version