Site icon Berita Kota Makassar

Basri Modding Janji Lanjutkan Program Masrurah

MAKASSAR, BKM — Prof Basri Modding dilantik sebagai Rektor UMI masa amanah 2018-2022, Kamis (5/7) di Auditorium Al Jibra Universitas Muslim Indonesia.
Guru besar Fakultas Ekonomi UMI terpilih setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan Rektor UMI mengalahkan Prof Hambali.
Pelantikan Basri Modding dihadiri ribuan civitas akademika UMI serta sejumlah tamu undangan.
Lelaki kelahiran Jeneponto 18 Agustus 1963 itu sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UMI.
Usai dilantik, Basri Modding mengatakan, sebagai rektor baru, dirinya tetap akan melanjutkan program yang sudah dijalankan Prof Masrurah.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi ke depan semakin berat dalam mencetak alumni. Perusahaan tidak lagi hanya menekankan dan mengandalkan ijazah, namun lebih pada karakter, kejujuran, dan budi pekerti.
“Bayangkan kalau kita mencetak alumni namun hanya fokus pada ijazah. Itu tidak akan teserap di dunia kerja, ” ungkapnya
Dengan pertimbangan itu, ke depan UMI akan menerapkan metode, selain mencetak alumni dengan akademik yang baik dan cerdas, juga harus berintegritas, bermoral, jujur, berakhlak.
“Di UMI sebenarnya sudah ada wadahnya, yakni di Pesantren Padang Lampe. Tinggal kita akan lebih intensifkan penerapannya, ” ungkap Basri Modding.
Dia melanjutkan, perguruan tinggi saat ini harus mengarah pada kompetensi. Perlu ada literasi teknologi keterbukaan wawasan jika mau maju dan bersaing. Siapa yang unggul, itulah yang akan dicari.
Dia berjanji untuk istiqamah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Rektor UMI.
Sementara itu, mantan Rektor UMI, Prof Masrurah berharap Prof Basri bisa mengukir prestasi yang semakin gemilang ke depan. Menjadikan UMI sebagai salah satu kampus terpercaya dan terdepan hingga ke skala internasional.
Prof Masrurah juga menitipkan pesan agar programnya selama ini, yakni umrah gratis bagi karyawan UMI yang berprestasi tetap dilanjutkan.
Dia mengaku cukup lega karena bisa melepas jabatan sebagai Rektor UMI dengan senyuman tanpa ada persoalan berarti.
Prof Masrurah mengajak seluruh civitas akademika untuk saling berangkulan membawa UMI jadi lebih baik.
“Tidak usah ada kecewa dan stres. Semua ini sudah digariskan Allah. Bagi yang tidak terpilih, tidak usah sedih.Daun yang jatuh saja atas izin Allah,” jelasnya. (rhm)

Exit mobile version