BARRU, BKM–Persyaratan setiap partai politik (Parpol) harus memiliki keterwakilan minimal 30 persen perempuan, seperti diamanahkan UU NO 7 tahun 2017 tentang Pemilihan umum Pasal 245. Akhirnya membuat kelimpungan sejumlah pengurus Parpol ditingkat Kabupaten Barru.
Beberapa Ketua Parpol daerah ini kerap berkeluh kesah ke pihak KPU Barru tentang sulitnya memenuhi dua caleg untuk setiap dapil dari lima dapil di Kabupaten Barru.
Hal diungkapkan Ketua KPU Barru, Syarifuddin Ukkas saat dihubungi diruang kerjanya, Rabu (4/7). Ada beberapa Ketua dan Pengurus Parpol mengeluh terkait sulitnya memenuhi syarat keterwakilan minimal 30 persen perempuan. “Apabila setiap dapil Parpol tidak memenuhi kuota 30 persen perempuan, maka parpol itu tidak bisa ikut dipileg pada dapil tersebut. Tiga puluh persen itu hitungan per partai dan perdapil,” pungkas Syarifuddin.
Partai Golkar saja yang terbilang sudah malang melintang dibeberapa periode pemilihan legislatif, juga ikut merasakan imbas dari aturan tersebut. Seperti dijelaskan Ketua Harian DPD II Partai Golkar Barru, H Kamil Ruddin yang ditemui secara terpisah di Kantor DPD II Golkar Barru. ” Mencari kader perempuan untuk diajak masuk sebagai pengurus partai. Itu merupakan pekerjaan gampang-gampang susah. Apalagi jika mengikuti regulasi bahwa setiap dapil harus memiliki keterwakilan minimal 30 persen perempuan,”ucap Kamil.
Saat ini jelang Pileg, bagi DPD II Golkar Barru, kata Mantan Sekab Barru ini, ada beberapa kader perempuan. Tetapi kami harus memiliki pertimbangan yang sangat selektif dalam memposisikan sebagai pengurus dan kader. “Termasuk pertimbangan utama kualitas SDM dari pengurus dan kader perempuan tersebut. Selain kualitas, kader perempuan yang kita rekrut, juga harus memiliki sikap loyalitas kepada partai, ” ujarnya.
Hal serupa juga diakui Ketua DPC PDIP Barru, Arivai Muin saat ditemui disela-sela rekap Pilgub Sulsel di Aula STIA Al Ghazali , Kamis kemarin. Menurutnya, mencari kader perempuan untuk Pileg tergolong susah- susah gampang. “Dari lima dapil, kader yang siap didaftarkan masuk dalam daftar Caleg sementara ( DCS), tiga dapil sudah terpenuhi dan tersisa dua dapil segera menyusul. Sebenarnya didua dapil itu, sudah ada kader perempuannya. Tetapi kita sedang memilih siapa yang terbaik untuk PDIP. Kami optimis dalam waktu dekat keterwakilan 30 persen perempuan perdapil akan terpenuhi,”kata Arivai (udi/rif/c)