SIDRAP, BKM — Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan dan Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Eko Paskah memantau banjir di dua lokasi, Jumat, (6/7).
Dia mencatat ada 266 rumah terendam banjir dari 333 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 1.031 jiwa. Selain itu ada sekitar 275 hektare tanaman padi berumur 30-40 hari.
Kedua Lokasi yakni Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, dan Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang. Keduanya menggunakan tiga unit perahu karet. Kapolres dan Dandim memberikan himbauan kepada para korban untuk tetap waspada dan meninggalkan rumah jika sudah air capai diatas lantai rumah panggung milik warga.
“Hati-hati yah, kalau butuh bantuan cepat hubungi petugas setempat. Anggota selalu kami siagakan itu,” ujar Kapolres saat menyapa korban banjir yang masih tinggal di rumah mereka.
Ade mengatakan, TNI-Polri siap mengevakuasi korban banjir kapan saja. Pihaknya telah menyiapkan perahu karet dengan perlengkapannya.
Selain menyiapkan perlengkapan evakuasi, mereka juga memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan.
Bantuan diberikan untuk meringankan beban para korban. Banjir akibat luapan Danau Sidenreng dan Danau Tempe sudah mencapai ketinggian empat meter, terjadi sejak Mei 2018.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban. Walaupun ini sudah menjadi biasa, namun tetap perlu mendapat perhatian dari kita semua,” ujar Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan.
Kapolres menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan kebutuhan pokok berupa makanan instan dan beras.
“Obat-obatan yang kita bantu yakni obat gatal dan diare serta obat flu. Kami juga serahkan bantuan makanan kemasan untuk meringankan beban para korban banjir,”ungkapnya.
Lurah Wette’e, Muh Ridwan mengatakan, saat ini warga membutuhkan bambu untuk menghalau eceng gondok.
“Kemudian ada sekitar 9 KK dengan jumlah 34 jiwa yang sudah mengungsi ke rumah sanak saudara yang tidak terkena banjir,” katanya. (ady/C)
