KETERAMPILAN dalam menjahit bukanlah keahlian yang bisa didapat secara singkat, apalagi jika tidak memiliki dasar yang kuat. Untuk menjadi seorang penjahit yang profesional dan mampu mengasilkan hasil jahitan yang bagus membutuhkan latihan dan pengalaman yang tidak sedikit. Seperti halnya Imran, penjahit rumahan.
Laporan: JUNI SEWANG
Saat ditemui penulis di kediamannya di Kompleks Sudiang Permai, Blok AK 7, Imran mengaku butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadi seorang penjahit, karena keterampilan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Ia menjelaskan, banyak hal yang harus diperhatikan dalam proses menjahit. Menjahit bukan hanya sekedar keterampilan dalam mengoprasikan mesin jahit tetapi juga ketelitian, kesabaran dan yang penting adalah keterampilan dalam memotong bahan jahitan.”Saya pernah salah jahitan, karena kekecilan. Menjahit hal yang paling sulit adalah membotong bahan jahitan, karna jika terdapat kesalahan sedikit saja maka akan fatal akibatnya,” jelasnya kepada penulis.
Kalau pakaian yang dibuat kebesaran, ujar Imran, bisa saja dikecilkan, yang sulit jika pakaian yang kecil tidak mungkin dibesarkan lagi. Olehnya itu, butuh ketekunan dan kesabaran dalam menjahit.
Sebelum membuka jahitan rumahan, pemuda 34 pernah bekerja dan mencari pengalaman sebagai penjahit di Harmonis.
“Saya pernah kerja di Toko Harmonis sebagai penjahit dengan upah Rp30 ribu/hari. Dengan berbekal pengalaman saya membuka usaha jahit rumahan sendiri, pertama beli mesin jahit menerima permak, dan jahitan lainnya,” ungkap Imran.
Untuk tarif permak sendiri Imran memasang tarif Rp5.000 sampai dengan Rp10.000/ potong pakaian. Menurutnya, beralih sebagai penjahit rumahan dikarenakan sewaktu kerja diupah terlalu minim. Padahal kualitas jahitan yang ditawarkan rata-rata memiliki kualitas yang baik. Imran mengaku penghasilannya dalam sehari masih minim, namun dirinya tidak putus asa, Imran berprinsip hasil jahitnya akan diketahui orang di luar sana dari hasil jahitnya yang dinikmati oleh orang sekitar tempat tinggalnya yang sudah iya jahitkan.
“Kan baru jalan dua tahun juga saya menjadi penjahit rumahan, perlahan lahan di luar dari Sudiang sudah ada yang kenal, dan keluarga juga kalau mau menjahit dibawakan ke saya. Untuk penghasilan dalam sehari kadang dapat kadang tidak, kalau dapat Rp30 sampai Rp50.000 perhari. Saat ini saya tinggal ikut sama kakak yang sudah berkeluarga,”jelasnya.(jun)
