MAKASSAR, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti kerja-kerja tim terpadu pencarian fasilitas umum (fasum)-fasilitas sosial (fasos) Kota Makassar. Mereka dinilai tidak terbuka ke publik dan terkesan tertutup ke panitia khusus (pansus) fasum-fasos DPRD Makassar.
Anggota Komisi A DPRD Makassar Zaenal Beta membeber hal itu. Menurutnya, saat ini progres pencarian fasum-fasos tidak diketahui. Bahkan belakangan, informasi pemburuan aset pemkot sudah tidak terdengar lagi. Padahal, fasum yang ada di GMTD banyak sekali yang diserobot.
“Tidak ada itu kulihat ada yang mereka panggil atau sita fasum-fasos. Kerja tim terpadu juga kita tidak tahu, karena tidak ada penyampaiannya ke kita,” ungkap Zaenal Beta, Minggu (8/7).
Legislator Fraksi PAN Makassar ini lalu menagih progress tim terpadu pencarian fasum/fasus. Sebab selama satu tahun terakhir bekerja, hingga saat ini belum ada laporannya sama sekali. Baik ke pemkot maupun ke pansus.
Ketua Pansus Fasum-Fasos DPRD Makassar Wahab Tahir, mengakui jika dirinya sudah berbicara kepada Ketua TimTerpadu, yang juga adalah Inspektur Inspektorat Kota Makassar Zaenal Tahir. Pansus meminta kepada tim untuk segera mempersentasikan hasil temuannya selama 1 tahun terakhir. Tidak hanya kepada pemkot, tapi juga pansus DPRD yang terlibat sedari awal.
“Apa yang bisa kami sampaikan kalau ketua tim terpadu pencarian fasum-fasos tidak terbuka menyampaikan hasil temuannya. Seharusnya mereka sampaikan ke wali kota Makassar, karena tim terpadu itu dibentuk oleh pemerintah kota dan bertanggung jawab langsung ke wali kota,” tandasnya.
Wakil Ketua Komisi A ini menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang tim terpadu untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Pada RDP itu, pihaknya akan meminta tim terpadu untuk melaporkan hasil temuannya di lapangan.
“Harusnya laporan itu juga sampai ke Pansus DPRD. Karena Pansus ini belum dimatikan. Belum selesai. Seharusnya, Inspektorat kalau punya kendala dilaporkan ke kita (DPRD), dan Pak Wali Kota sebagai penanggung jawab. Untuk itu kita akan panggil. Akan undang dalam waktu dekat. Kita mau dengar ada apa sebenarnya. Sudah setahun berjalan belum ada laporan sama sekali. Harus ada progress,” cetusnya.
Ketua Tim Terpadu Fasum-Fasos Zainal Ibrahim menolak untuk berkomentar banyak soal perburuan aset milik pemkot tersebut. Ia berdalih baru akan menggelar rapat internal.
”Kita baru mau rapat kembali. Tenang-tenangpi situasi dulu,” ujarnya singkat.
Sejauh ini, dari 491 aset pemkot, yang sudah dilakukan verifikasi baru dua. Berada di Kecamatan Rappocini dan kawasan BTP. Kendati demikian, Zainal tidak bersedia membeberkan hasil verifikasinya. (ita/rus)
Dewan Sebut Tim Terpadu Tertutup
