Site icon Berita Kota Makassar

Hari Ini, Arwin Dilantik Penjabat Wali Kota Palopo

MAKASSAR, BKM — Masa jabatan Judas Amir selaku Wali Kota Palopo telah berakhir. Sebelum dilantik sebagai wali kota terpilih untuk periode kedua, Pemprov Sulsel mempersiapkan penjabat (pj) yang akan mengisi kekosongan.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono memilih Arwien Azis sebagai Pj Wali Kota Palopo. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Sulsel itu sebelumnya adalah pejabat sementara (pjs) di daerah tersebut.
Masa jabatan Pjs Wali Kota Palopo Andi Arwien Azis berakhir pada 23 Juni lalu, setelah Judas Amir menyelesaikan cuti pilkada yang dilakukannya sejak Februari lalu.
Namun Judas Amir telah menyelesaikan masa jabatannya pada 5 Juli. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun menunjuk Arwien sebagai Pj Wali Kota Palopo.
Soni yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini, menjelaskan selama menjabat sebagai pjs wali kota, kinerja kerja dari Arwien cukup memuaskan.
“Beberapa faktor ini menjadi alasan penunjukkannya dari Kementerian Dalam Negeri. Sehingga Pak Arwien akan menjabat sebagai Pj Wali Kota sampai 20 September, saat wali kota baru yang terpilih dilantik,” ujarnya.
Seperti diketahui, sebelumnya Andi Arwien Azis dilantik menjadi Pjs Wali Kota Palopo pada 16 Februari. Ia bersama dua pejabat lainnya. Yakni dengan Lutfie Natsir sebagai Pjs Wali Kota Parepare, dan Andi Bakti Haruni selaku Pjs Bupati Bone. Pengukuhannya dilakukan Syahrul Yasin Limpo yang kalau itu menjabat sebagai gubernur.
Hari ini, Senin (9/7/), rencananya Arwien akan dilantik oleh Soni sebagai Pj Wali Kota Palopo di Lapangan Pancasila, Kota Palopo pukul 08.30 Wita.
Menurut Kepala Bagian Protokol Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Amson Padolo, pelantikan Arwien dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi Kota Palopo.
“Tapi prosesi pelantikannya duluan. Kemudian dilanjutkan dengan Peringatan Hari Jadi Kota Palopo dan peresmian kantor, ” ungkap Amson.
Demi kelancaran pelantikan, pada Minggu malam (8/7), digelar gladi di tempat kegiatan akan berlangsung.
Usai gladi, Arwien kepada BKM menjelaskan, dirinya kembali diberi amanah untuk memimpin Kota Palopo hingga beberapa bulan ke depan.
Menurut dia, sesuai SK dari Kemendagri, masa jabatannya sebagai Pj Wali Kota Palopo diberi waktu selama setahun. Namun, jika tahapan pilwali Palopo berjalan lancar hingga pelantikan, maka dia bertugas hingga 20 September mendatang.
Menurut mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel itu, dirinya kembali akan melanjutkan program yang telah dilaksanakan selama menjabat sebagai Pjs Wali Kota Palopo. Selain itu, sebagai penjabat yang memiliki kewenangan seperti wali kota definitif, dirinya berpeluang untuk melakukan mutasi, dengan catatan atas persetujuan Kementerian Dalam Negeri.
Namun, lanjut dia, agenda itu baru akan dilakukan jika memang ada posisi yang harus diisi alias kosong. Karena dia ingin di masa jabatannya, kinerja Pemkot Palopo bisa berjalan maksimal.
Selain mengisi kekosongan jabatan di Pemkot Palopo, Pemprov Sulsel saat ini juga bersiap menggodok nama-nama yang akan diusulkan sebagai penjabat bupati di Kabupaten Sinjai dan Bantaeng.
Masa jabatan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah akan berakhir 15 Agustus mendatang. Sehingga dalam kurun waktu sebulan lebih, posisi bupati akan diisi nama dari Pemprov Sulsel.
Sedangkan untuk Kabupaten Sinjai, masa jabatan Bupati Sabirin berakhir 14 Agustus mendatang. Setelahnya akan diisi oleh Penjabat Bupati yang ditunjuk oleh Kemendagri berdasarkan usulan dari Pemprov Sulsel.
Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel Hasan Basri Ambarala, mengatakan sejauh ini belum ada perintah dari penjabat gubernur untuk mengusulkan nama-nama penjabat bupati di dua kabupaten tersebut.
“Sejauh ini belum ada perintah. Tapi begitu ada instruksi, kami akan segera menggodoknya,” kata Ambarala.
Dua nama yang menguat sebagai penjabat di Kabupaten Sinjai, yakni Jufri Rahma. Dia saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel. Sementara di Kabupaten Sinjai, Ashari Fakhsirie Radjamilo disebut-sebut akan diplot. Ashari kini menduduki posisi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono menjelaskan, pihaknya memang tengah menggodok nama-nama yang akan diusulkan ke Kemendagri untuk mengisi posisi penjabat bupati di Bantaeng dan Sinjai.
“Kami akan mengusulkan ke Kemendagri. Ini kan kewenangan gubernur,” kata Sumarsono belum lama ini.
Mengenai mencuatnya Jufri Rahman dan Ashari Fakhsirie Radjamilo, Soni mengakui nama tersebut masuk dalam pengusulan ke Kemendagri.
“Kami baru mengusulkan. Termasuk Pak Jufri untuk Sinjai. Sedangkan untuk Bantaeng belum dibicarakan. Karena yang dibutuhkan di sana adalah penjabat,” ujarnya.
Namun Soni menekankan jika kedua pejabat yang diusulkan itu memiliki peluang menjabat sebagai pj di daerah tersebut. Jufri Rahman memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memimpin Sinjai selama kekosongan nanti. Untuk Bantaeng, kemungkinan Kepala BKD melihat dari latar belakangnya yang berasal dari Jeneponto.
“Pertimbangan utamanya kepala BKD ini cukup menguasai wilayah Bantaeng. Jadi untuk pemerintahan jangka pendek harus dikelola oleh orang berpengalaman tentunya,” terang Soni lebih jauh.
Namun, Soni menjelaskan pihaknya sendiri mengajukan tiga nama yang nantinya Kemendagri akan menentukan, kalau misalnya tidak sesuai pertama ada kedua. Yang jelas mereka memiliki peluang. (rhm/rus)

Exit mobile version