Site icon Berita Kota Makassar

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

SIDRAP, BKM — Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di poros Rappang, Minggu (8/7 kemarin menyisakan trauma bagi korban.

Ditemui di kediamannya Senin (8/7) H Tang mengaku trauma atas kejadian tersebut.
“Untung tidak ditembak karena sudah mengarahkan pistol ke saya dan istriku. Seandainya saya bawa parang juga pasti sudah saya lukai pelaku karena sempat saya tendang dan satu pelaku terjatuh ke sungai bersama brankas perhiasan emas,”ujar H Tang.
Kepada penyidik, H Tang mengaku saat ini trauma dan belum bisa beraktifitas pasca kejadian. “Saya masih takut ke pasar jualan. Tangan saya dan luka istri saya masih nyeri kena parang pelaku,”ujar H Tang.
Ketakutan korban, memang cukup beralasan karena pelaku tidak berhasil membawa benda berharga milik korban dan hanya membawa kabur satu tas warna hitam berisi popok dan pakaian anaknya yang bungsu berumur 2 tahun.
“Kami takut pelaku akan kembali mengincar kami karena mereka hanya membawa kabur tas berisi popok. Nilai isi tas itu hanya berkisar Rp200 ribu saja, dan tidak barang berharga dan uang didalamnya,”katanya.
Mengenai brankasnya itu terselamatkan karena pelaku terjatuh ke sungai setelah ditendang korban.
“Memang brankas kami sangat berat dan tidak bisa diangkat kalau hanya seorang diri,”cerita H Tang, Senin (9/7).
Sementara, pihak kepolisian Sidrap terus memburu pelaku yang diperkirakan empat orang saat beraksi. Polisi terus konsentrasi untuk mengungkap kasus curas ini.
“Saya sudah perintahkan Reskrim fokus utama ungkap kasus ini karena ini sudah menyangkut perbuatan pelaku menggunakan sajam dan senjata api mengancam jiwa orang,”tegas Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan, di kantornya, Senin (9/7).
Kasat Reskrim AKP Anita Taherong mengaku masih mendalami ciri-ciri pelaku berdasarkan informasi dan keterangan saksi-saksi. (ady/C)

Exit mobile version