Site icon Berita Kota Makassar

Jepang Lirik Sektor Biofuel Sulbar

MAMUJU, BKM — Sektor biofuel atau bahan bakar bersumberkan tumbuhan tertentu telah menarik minat kalangan investor dari Jepang. Mereka pun sedang menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar.
Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Sulbar, Muh Hamzah, Senin (9/7), mengatakan, pada Jumat pekan lalu, salah satu investor dari Jepang bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar membahas peluang kerjasama ini.
Menurut Hamzah, bila terealisasi maka ini akan menjadi peluang sangat besar bagi kemajuan Sulbar. Selain biofuel, terdapat pula komoditas unggulan prioritas yang akan dikembangkan. Karena komoditas ini dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Sulbar.
Sebagai langkah awal, pihaknya segera menyusun dan merumuskan draf kesepakatan dengan calon investor dari Jepang. Selanjutnya segera melaporkan kepada gubernur Sulbar terkait rapat pembahasan bahan bakar berbasis tumbuhan itu.
”Tidak sedikit calon investor asing berkunjung ke Sulbar dan menjajaki kerjasama. Tapi semuanya hilang begitu saja dan tidak ada kelanjutannya. Khusus dengan calon investor dari Jepang, pembahasan lanjutan akan dilakukan dalam dua bulan mendatang,” jelas Hamzah.
Konsultan Jepang, Ashari Sastra, saat melakukan pertemuan dengan sejumlah OPD lingkup Pemprov Sulbar mengatakan, pihaknya bermaksud menjajaki kerjasama disektor biofuel dengan tumbuhan pengembangan baru, yaitu Ponggamia Pinnata. Dimana menjadi salah satu alternatif energi masa depan.
Biofuel, kata dia, memiliki beberapa komoditas unggul selain ponggamia yang sangat mudah dalam proses panen dan bisa hidup di daerah yang sulit dalam kondisi kering maupun curah hujan yang lebat.
Juga terdapat jatro park atau tanaman jarak (jarak pagar), palm oil atau acbo dan solgam dengan keunggulan masing-masing. Bibitnya langsung dibawa dari Jepang dan sumber lain dari Australia. Karena di sana sudah mengembangkan jenis tanaman tersebut. (int)

Exit mobile version