Site icon Berita Kota Makassar

Bapedda-Kadis Dalami Pemanfaatan Informasi Geospasial

LUWU, BKM — Rombongan Studi Banding Geospasial Pemkab Luwu yang dipimpin Kepala Bappeda Luwu Muhammad Rudi diterima Kepala Bappeda Pemkab Banyuwangi Suyanto Waspoto Tondo didampingi Plt Kadis Kominfo Banyuwangi, Budi di Lounge Layanan Publik Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (11/7).

Dihadapan Kepala Bappeda Pemkab Banyuwangi, Rudi menuturkan Pemkab Luwu ingin mengetahui seperti apa pengelolaan geospasial yang dikelola Pemkab Banyuwangi.
”Siapa yang mendampingi. Membangun sebuah sistim informasi geospasial tak semudah itu, sehingga Pemkab Luwu ingin tahu capaian dan berapa estimasi anggaran yang dibutuhkan,” ujar Rudi
Sementara Sekdis Perkim Luwu Sofyan Thamrin menanyakan soal pemanfaatan informasi geospasial dalam hal pengelolaan perijinan dan pemanfaatan hak atas tanah.
“Kami fokus soal pengelolaan Geospasial dan ingin tahu tekhnisnya seperi apa aplikasi soal peruntukkan tanah yang diperuntukkan untuk perijinan,” tandas Sofyan.
Pada kesempatan itu Suyanto menjelaskan penggunaan anggaran yang tidak efesien sudah tak lagi difungsiakan di Pemkab Banyuwangi. Semua dipangkas, anggaran yang ada fokus pembangunan yang pro rakyat.
“APBD Banyuwangi Rp 2,8 triliun, luas wilayah 1.300 meter, jumlah penduduk 1,7 juta jiwa dan jumlah PNS 14 ribu orang,”jelas Suyanto.
Di jelaskannya, Geospasial adalah bagian terkecil dari program Pemkab Banyuwangi yang di kelola Dinas Kominfo. Semua aplikasi ITI ada di ruang layanan.”Kami yakin jika Luwu serius, pasti mampu melakukan program Geospasial dan kami sudah mandiri,”tambahnya.
Plt Kadis Kominfo Banyuwangi, Budi menjelaskan aplikasi ITI telah dibangun Pemkab Banyuwangi.
Kita bangun sendiri IG-nya semua aplikasi dikembangkan.
Semua ITI aplikasi sudah terkonek dengan Kominfo siapapun SKPD yang membangun aplikasi harus berurusan dengan Kominfo jika tenaga kurang maka baru dipikirkan kerjasama pihak ketiga.
“Contoh 180 desa di Banyuwangi sudah terjangkau aplikasi ITI Geospasial, harus ada SDM yang handal dan aplikasi yang digunakan adalah aplikasi familiar,” tutur Budi.
Menurut Budi dari segala bidang, mulai dari tata ruang, pengeleloaan keuangan, pengelolaan perdesaan, pariwisata, dan lainnya, Banyuwangi telah meraih banyak penghargaan nasional.
“Sehingga Banyuwangi layak menjadi sekolah pemeritah daerah ,sebab Bupati Banyuwangi tiap keputusannya selalu berpijak pada data “tandasnya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sendiri menjadikan , informasi geospasial (IG) telah menjadi bagian penting dalam kegiatan pembangunan di Banyuwangi. (wan/C

Exit mobile version