Site icon Berita Kota Makassar

Cita-cita Sejak Kecil Ingin Bekerja di Hotel

CITA-CITA sejak kecil memang ingin bekerja di hotel. Termasuk dirinya telah siap menerima segala konsekuensi yang ada. Termasuk berbagai komplain yang dilayangkan oleh para tamu.

Laporan: NUGROHO

Menurut Syamsul kepada penulis, keinginannya bekerja di hotel karena melihat karyawan hotel gagah dan cantik-cantik, termasuk melayani tamu dengan lembut dan ramah.
“Hotel ini bisa jadi yang terbaik di Indonesia Timur, karena karyawan yang profesional bekerja. Saya siap bekerja keras supaya tamu bisa datang terus ke hotel ini. Itulah visi misi pribadinya selama bekerja di Hotel Claro Makassar,” kata Syamsul.
Sebelum menjadi Bellboy, Syamsul adalah driver di Hotel Claro. Namun sejak 2012, ia naik posisi menjadi seorang Bellboy hingga saat ini. Suka dan duka pun ia alami selama menjabat sebagai Bellboy.
Pekerjaannya menjadi menarik mana kala ia bisa selalu melakukan komunikasi dengan orang-orang baru. Baik itu pejabat, artis, orang-orang penting, sampai orang biasa, tak sungkan bagi dirinya untuk berkomunikasi. Hal ini merupakan hal yang sangat ia sukai selama bekerja.
“Sukanya itu ya bisa berbicara langsung terhadap tamu, tak mengenal jabatan, bisa berkomunikasi langsung dengan mereka,” katanya.
Ia juga kerap menemukan hal-hal menarik saat dirinya membawakan barang bawaan tamu. Beberapa dari para tamu ia katakan memiliki tingkat humor yang baik, sehingga tak jarang ia maupun si tamu ini bercanda bersama. Hal seperti itulah yang membuat hari-hari dalam pekerjaannya menjadi menarik.
Dibalik itu, tentu ada juga cerita yang tak mengenakkan selama bekerja. Seperti beberapa komplain yang tamu layangkan kepadanya. Namun baginya itu wajar karena setiap pekerjaan memiliki resiko.
Kebanyakan dari tamu mengkomplain soal lamanya penanganan yang diterima. Seperti misalnya tamu tersebut merasa pengantaran barangnya ke kamar cukup lama. Sehingga yang kena amarahnya biasanya adalah Syamsul.
Namun Syamsul merasa itu adalah hal yang wajar dan ia punya alasan sendiri mengapa demikian.
“Para tamu itu biasanya komplain seperti barangnya kenapa lama sekali diantarkan. Biasanya kan penyebabnya itu karena saya dahulukan tamu pertama, kemudian selanjutnya. Bergilir lah saya antarkan. Jadi kalau lagi banyak tamu, tamu yang datang belakangan biasanya belakangan pula diantarkan, makanya biasa lama,” jelasnya.
Saat mendapatkan komplain, bagaimanapun itu Syamsul tetap menerima komplian tersebut. Mekanismenya, ia menyampaikan komplain itu kepada manajemen, kemudian pihak manajemen lah yang akan menindaklanjuti komplain tersebut.
“Alhamdulillah sampai sekarang komplain-komplain yang datang bisa kami atasi. Yang penting sopan santun terhadap tamu tetap dijaga,” tambahnya.
Selain membawakan barang para tamu, Syamsul ternyata juga sering bertugas memberikan informasi bagi para tamu tentang Makassar. Terutama bagi para tamu yang berasal dari luar Kota Makassar. Seperti misalnya ia memberikan informasi tentang berbagai makanan khas Makassar maupun destinasi wisata yang ada di Makasar kepada para tamu yang ingin melihat Makassar lebih dekat.
Kedepannya, Syamsul tetap berharap bisa terus berkarir di hotel. Apalagi sampai sekarang, lingkungan kerjanya di Hotel Claro sudah sangat nyaman baginya. Ia sendiri telah menganggap semua rekannya seperti keluarga sendiri. Hal itu juga merupakan salah satu kunci kinerjanya.
Saat penulis berkunjung ke Hotel Claro, semua pegawai disana menggunakan jersey timnas peserta piala dunia. Seperti juga Syamsul, ia terlihat sedang membawakan barang tamunya dengan menggunakan kontum timnas Inggris.
Syamsul adalah pria asal Kabupaten Gowa. Saat ini ia telah memiliki istri bernama Dewi Anggraeni dan satu orang anak. Syamsul menggantungkan kebutuhan keluarganya dari pekerjaannya sebagai Bellboy Hotel Claro.
Tiap harinya ia harus berada di hotel sejak pagi. Tiap jam 07.00 ia memang diharuskan berada di hotel untuk siap menyambut tamu yang datang. Waktu pulangnya tak menentu, kadang cepat, kadang lambat. Kalaupun cepat, biasanya ia pulang jam 18.00. Namun kalau tamu sedang ramai, ia kerja full. Biasa baru pulang dari hotel pukul 20.00.
“Bagi saya itu tidak menjadi masalah. Saya tetap menganggap pekerjaan ini nomor satu. Keluarga? Alhamdulillah selama ini istri saya mengerti akan pekerjaan saya disini,” tutur pria 30 tahun ini.
Pekerjaannya membawakan barang, terlihat sederhana, namun ternyata tak sesederhana itu. Butuh kerja keras dan tenaga ekstra untuk bisa menjalaninya. Bayangkan saja jika setiap hari ada 250 sampai 300 tamu yang datang ke Hotel Claro, maka semuanya harus dilayani oleh Syamsul.
“Jadi setiap hari tugas saya itu handle tamu saat checkin, tamu turun dari kendaraan, langsung handle barang bawaannya. Kalau sudah dapat kamar, mengantar barangnya ke kamar tujuan,” kata Syamsul.
Namun ternyata tugasnya bukan hanya mengantarkan barang milik tamu saat checkin saja. Saat tamu hendak checkout pun ia harus siap melayani.
“Bukan cuma hanya checkin saja, saat checkout pun jika tamu menelpon untuk mengambilkan barangnya dari kamar, ya langsung saya followup di kamar untuk dibawa. Jadi saat checkin saya bawakan, mau checkout juga saya bawakan,” tambahnya.(nug/b)

Exit mobile version