Site icon Berita Kota Makassar

Dipukul Kakak Beradik, Rani Menikam

MAKASSAR, BKM — Kamis (12/7) pukul 04.20 Wita di Jalan Urip Sumoharjo. Terdengar suara gaduh. Seseorang berteriak meminta tolong.
Warga pun beramai-ramai ke sumber suara. Alangkah terkejutnya mereka. Ada sesosok tubuh pria dalam kondisi bersimbah darah.
Tak lama berselang, petugas Polsek Panakkukang tiba di tempat kejadian. Keterangan saksi dikumpulkan. Dari mereka terungkap bahwa lelaki bernama Irfan itu baru saja menjadi korban penikaman. Ia lalu dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina guna mendapat perawatan medis.
Tim Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit II Reskrim Ipda Robert Hariyanto Siga, menggali lebih dalam keterangan dari saksi-saksi di lapangan. Pelaku pun berhasil diidentifikasi.
Polisi mendapati nama Rani. Disangkanya dia adalah seorang perempuan. Padahal ternyata pria.
Petugas kemudian bergerak dan menyebar. Diperkirakan pelaku masih berada tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Dengan membagi diri, polisi melakukan penyisiran masuk lorong hingga perbatasan kecamatan. Salah seorang petugas yang mengantongi ciri-ciri pelaku berhasil mengidentifikasi jejak pelarian pelaku. Ia diketahui tengah berada di Jalan Adipura IV.
Tim resmob pun mengepung lokasi yang diduga tempat persembunyian pelaku. Mengetahui kedatangan polisi, Rani berusaha mengelabuinya. Ia yang sebelumnya mengenakan baju, dengan cepat membukanya. Kemudian berusaha melarikan diri.
Tapi upayanya itu tak mampu memperdayai petugas. Karena capek berlari, diapun langsung dibekuk. Dari tangannya disita sebilah badik sebagai barang bukti. Pelaku sempat menyembunyikannya di bawah tangga rumah.
Tersangka bersama barang buktinya kemudian digiring ke Mapolsek Panakkukang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepada polisi, Rani mengaku menikam korban karena sebelumnya dianiaya oleh pelaku bersama rekannya.
”Dia (korban) yang dulu menganiaya saya. Setelah itu saya pulang mengambil badik lalu mendatanginya. Di situ saya menikamnya,” terangnya.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap tersangka. ”Sebelum kejadian, pelaku mengendarai motor dalam keadaan mabuk. Dia melintas di lorong TKP,” ujarnya.
Saat itu, lanjut Kompol Ananda, pelaku sempat menyinggung korban. Diapun didatangi oleh korban bernama Irfan bersama kakaknya, Ilham. Mereka kemudian terlibat perkelahian. Pelaku dipukuli oleh kakak beradik tersebut.
”Tak terima dianiaya, pelaku pulang ke rumahnya mengambil badik. Setelah itu mendatangi korban dan menikamnya,” tambah Kapolsek.
Akibat kejadian tersebut, korban Irfan terluka di bagian paha sebelah kanan. Sementara pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Panakkukang. (ish/rus)

Exit mobile version