SIDRAP, BKM — Nelayan pencari ikan di Danau Sidenreng, resah akibat merebaknya ikan sapu-sapu, khususnya nelayan di Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe dan Kelurahan Wette,e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap.
Ikan unik yang oleh nelayan Sidrap menyebutnya ikan tokek itu, dianggap sangat mengganggu. Selain merusak jaring, juga memangsa ikan kecil lainnya.
Meningkatnya jumlah populasi ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng Sidrap itu, juga diklaim oleh nelayan pemicu minimnya tangkapan ikan.
“Sejak ikan tokek itu hidup dan berkembang biak di danau, tangkapan ikan selalu berkurang. Biasanya kalau banjir seperti ini tangkapan lumayan, tapi saat ini tidak menentu,” ujar nelayan di Wette’e, Labodding, Kamis (12/7).
Dia mengaku, ikan tokek yang kini merebak itu, juga merupakan perusak jaring nomor satu.
“Hampir setiap jaring yang terpasang di danau rusak oleh amukan ikan tokek itu. Hampir semua nelayan mengeluhkannya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, keberadan ikan tokek itu, sebut Labodding juga menyebabkan ikan-ikan air tawar lainnya banyak punah.
“Sejak ikan-ikan tokek itu bersileweran, populasi ikan-ikan mas dan nila sudah berkurang. Mungkin dia memangsanya,” ujarnya.
Tingginya populasi ikan tokek di Danau Sidenreng itu, dibenarkan oleh Kepala Bidang Perikanan Sidrap, Laenggeng Kote.
Menurutnya, Pemkab tak bisa berbuat banyak untuk mengatasi perkembangbiakan ikan yang dikenal sebagai pembersih aquarium itu.
“Ikan tokek ini jumlahnya sudah sangat banyak hidup di sungai dan danau. Solusinya, ikan tokek yang terjaring agar tidak dilepas kembali,” ujarnya.
Laenggeng menyebut, ikan tokek yang oleh masyarakat setempat tidak dikonsumsi itu, mulai berkembang biak sejak 2015 hingga saat ini.
“Hampir bersamaan dengan maraknya warga membudidaya ikan hias. Kemungkinan awalnya ikan tokek itu milik pembudidaya ikan hias yang lepas,” ujar Laenggeng. (ady/C)
Nelayan Keluhkan Ikan Tokek
