PEMERINTAH pusat dan daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui beragam program berkesinambungan.
Salah satu program tahunan yang paling menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kebawah adalah Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD).
Di Kabupaten Sidrap sejak tahun 2011, sedikitnya sudah tiga ribuan hektar sawah cetak baru telah dibuka. Pemanfaatan lahan-lahan yang semula tidur, kini sudah menghasilkan pundi-pundi ekonomi masyarakat.
Banyak kebun hutan kini disulap jadi hamparan sawah membentang luas. Pembangunan saluran irigasi tersier untuk mengairi lahan sawah cetak baru.
Salah satu desa tersentuh program TMMD ke 102 ini ada di Desa Botto kecamatan Pitu Riase. Sebanyak 100 hektar sawah baru dan 425 meter irigasi plus talud dibangun.
Progres pembangunan irigasi ini, sudah berjalan dan akan rampung awal Agustus mendatang.
Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Eko Paskah, HN mengatakan pembangunan pembuatan saluran irigasi tersier dan pencetakan lahan sawah baru di Desa Botto merupakan tindak lanjut pengembangan luas lahan sawah di Sidrap.
“Disini sudah kita cetak sawah 100 hektar. Dan saluran fisik irigasi akan dibangun 425 meter panjangnya. Ini bertujuan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,”ungkap Dandim Sidrap disela-sela blusukannya di desa Botto ini, Kamis (13/7) kemarin.
Eko memaparkan di wilayah teritorial Sidrap, ada 2 titik fokus sasaran TMMD yaitu perintisan dan peningkatan jalan desa, pembuatan jembatan dan gorong-gorong di dusun Bukkere Desa Cenrana kecamatan Panca Lautang dan pengerjaan cetak sawah baru serta pembangunan irigasi tersier di Botto.
“Di Botto sudah ada 150 meter irigasi selesai dikerjakan. Saya intruksikan kepada personil saya tadi, saluran ini rampung sepekan sebelum ditutup TMMD tanggal 8 Agustus nanti,”ucap Letkol Inf. Ekho Paskah.
Untuk program TMMD ini, lanjutnya, pihaknya menerjunkan 150 personil yang terdiri anggota Kodim 1420 dan dibackup pasukan Batalyon 721 Makkasau, Marinir dan Udara.
Termasuk peserta KKN UNHAS terdiri 50 orang Mahasiswa KKN terdiri dari 37 Putri dan 13 Putra.
“Sejak tahun 2011 lalu sampai dengan sekarang kita bermitra UNHAS Makassar untuk melaksanakan kerja sama dan menjadi mitra Kodam XIV/Hasanuddin dalam melibatkan program TMMD,”tandas Eko Paskah.
Sejumlah warga menilai kehadiran TNI membawa program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diapresiasi sebagai bentuk dukungan peningkatan infrastruktur untuk pencapaian kesejahteraan rakyat.
Dia mengaku, dirinya pernah berniat kebun miliknya ingin disulap lahan sawah, tapi karena biayanya tinggi, dia terpaksa urung mewujudkannya.
“Untung ada program TMMD ini. Impian saya beralih bercocok tanam akhirnya terwujud. Saya sudah bisa menanam padi ini,”ucapnya bersyukur.
Sama yang dirasakan masyarakat Dusun Bukkere desa Cenrana berkat keberadaan program TMMD seperti perintisan jalan sehingga akses transportasi sudah memudahkan mengangkut hasil buminya.
“Kami masyarakat Sidrap berharap program kemanunggalan TNI terus diwujudkan kedepannya agar kami orang kecil bisa lebih sejahtera lagi,”harap Suardi warga Bukkere. (*)
