MAKASSAR, BKM — Makin meningkatnya angka konsumsi plastik telah menjadi keprihatinan bagi masyarakat luas. Untuk itu, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melakukan penelitian dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Penelitian mahasiswa Unismuh Makassar ini mengambil judul ‘Uji Efektivitas Ngengat Lilin (Galleria Mellonella) Terhadap Polimer Polietilena Dalam Upaya Degredasi Limbah Plastik’.
PKM yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) ini guna memberi ruang kepada para mahasiswa dalam menunjukkan kreativitasnya. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasisiwa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi.
PKM ini dihadirkan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif. Mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
”Tujuan dari penelitian yang kami lakukan adalah untuk membuktikan keefektifan larva ngengat lilin dalam mendegradasi limbah plastik pada berbagai jenis polimer plastik,” kata Yusria, salah seorang mahasiswi Unismuh, kemarin.
Yusria mengatakan, latar belakang penelitian adalah melihat penggunaan plastik yang mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun ke tahun. Seperti disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Olefin dan Plastik Indonesia (Inaplas), Budi S Sadiman dalam laman resmi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, kata Yusria, konsumsi plastik di Indonesia diproyeksikan meningkat sekitar 22,58 persen dari tahun sebelumnya.
Mengingat konsumsi plastik yang terus meningkat serta bahan plastik sulit terurai di tanah menjadikan limbah yang dihasilkannya akan mengalami penumpukan dan terus menerus akan mencemari lingkungan.
Larva ngengat lilin merupakan larva yang dikenal sebagai hama pada sarang lebah. Seorang peneliti dari Spanyol, Bombelli Paolo dalam publikasi Current Biology pada tahun 2017 menemukan potensi larva lebah ngengat lilin dalam memecah polimer polietilena.
”Oleh karena itu, kami ingin melakukan penelitian serupa untuk menguji dan membuktikan efektivitas larva ngengat lilin dalam memecah polimer plastik polietilena (PET) dan polimer plastik lainnya (PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, Other (O),” kata Yusria.
Ditambahkan, hasil penelitian yang telah mereka lakukan telah berhasil. Terbukti, ngengat lilin mampu memecah polimer yang terdapat dalam limbah plastik. Dari ketujuh jenis plastik tersebut didapatkan persentasinya, yakni HDPE (High-density Polyethylena) sebanyak 0,1679 persen, PVC (Polyvinly chliride) 7,5162 persen, LDPE (Loe-density chloride) sebanyak 3,1496 persen, PP (Polypropylene) sebanyak 14,1561 persen, PS (Polystrene) sebanyak 0,1141 persen, dan (O) Other sebanyak 0,9107 persen yang terdapat dalam limbah plastik.
”Hasil yang telah didapatkan, dari ketujuh jenis plastik ini yang mengalami penurunan berat adalah jenis plastik PP (Polypropylene) sebanyak 14,1561 persen. (amir)
