MAKASSAR, BKM–Pencoreten nama sejumlah anggota DPRD Sulsel dan DPRD Kabupaten Kota dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) untuk Pemilu legislatif (Pileg) April 2019 mendatang dinilai dapat menjadi bola panas buat partai berlambang bulan sabit kembar ini kedepan.
Hal ini dikemukakan dosen politik Unibos 45 Dr Arief Wicaksono menanggapi pernyataan sejumlah legislatif PKS baik di tingat Provinsi maupun di Kabupaten Kota. Arief mengatakan, ada yang ganjil DPP PKS dalam mengambil sebuah keputusan. “Entah apa yang menjadi strategi DPP PKS sehingga mencoret sejumlah nama kader potensialnya untuk ikut kembali pada pemilu mendatang. Hal ini, sudah pasti akan menjadi bola panas bagi PKS pada pemilu dan akan menjadi perbincangan pada tingkat nasional,”ujar Arief, Minggu (15/7).
Arief menilai jika DPP PKS itu aneh lantaran yang dicoret adalah kader yang militan karena memiliki basis yang jelas. Itu dibuktikan dengan duduknya dia diparlemen. “Aneh juga itu DPP PKS, karena yang dicoret adalah yang sudah punya kursi di DPRD. Sudah pasti akan mempengaruhi jumlah kursi PKS di daerah, bahkan bisa menjadi isu di level nasional,” jelasnya.
Hal berbeda dilontarkan dosen politik Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto menjelaskan, keputusan PKS yang mencoret sejumlah nama kadernya adalah bagian dari evaluasi organisasi kepartaian. Dimana, hal itu dilakukan tentunya berdasarkan sejumlah pertimbangan-pertimbangan yang telah ditetapkan. “Saya kira wajar saja partai mengevaluasi kadernya. Justru partai yang melakukan pembiaran pada perilaku kader yang indisipliner dan tidak loyal akan menjadi preseden buruk bagi masa depan partai yang bersangkutan. Tidak baik juga ada kader yang lebih besar dari institusi partai,” tutupnya.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, sejumlah anggota dewan dari PKS kecewa lantaran namanya dicoret dalam usulan atau daftar Bacaleg, baik untuk DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota. Bacaleg untuk DPR RI dari Dapil Sulsel II Mohammad Jafar Sodding dicoret, Bacaleg DPRD Sulsel Taslim Tamang juga dikabarkan dicoret termasuk anggota DPRD Makassar dua periode Mudzakkir Ali Djamil, Irwan ST dan Muhammad Iqbal Djalil.
Ketua DPP PKS Wilayah Dakwah Sulawesi Aus Hidayat Nur, menjelaskan dalam menetapkan pencalegan PKS melibatkan BPDO (Badan Penegak Disiplin Organisasi). Badan ini mengetahui dan menentukan yang layak dicalegkan dan mana yang tidak berdasarkan integritas, kredibilitas dan loyalitas kader terhadap partai. “Soal itu kita sudah bicarakan ke kader dan bersama pimpinan PKS mereka seperti pelatih tim sepakbola yang menentukan mana pemain yang harus maju dan mana yang duduk di bangku cadangan,”ujar AUS baru-baru ini.
Selain itu, para pemain (Bacaleg) ini mengandalkan tim bukan skil individu dan wajib mematuhi pelatihnya. “Bahkan seorang pemain bintang sekali pun jika diganti sang pelatih wajib taat. Yang tidak taat atau bermasalah ya tidak diajukan sebagai BCAD,”ujarnya. (ita/rif)
Pencoreten Legislatof PKS Bisa Jadi Bola Panas
