Site icon Berita Kota Makassar

Tak Maju di Pileg, IYL Ingin Balas Jasa

MAKASSAR, BKM — Banyak yang berharap mantan calon gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI di Pemilu 2019. Namun, mantan bupati Gowa dua periode ini memilih untuk tidak melakukan hal itu. Alasannya, ia ingin membalas jasa orang yang telah membantunya.
“Setelah melalui pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak maju menjadi caleg DPR RI, maupun caleg DPRD provinsi,” ujar IYL melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/7).
IYL yang sedang berada di Jepang untuk menikmati liburan bersama keluarga, mengakui bahwa pascapenghitungan suara di pilgub Sulsel 27 Juni, sejumlah elit parpol memberikan kesempatan untuk maju menjadi caleg di dapil mana pun yang diinginkan di Sulsel.
Malah ada yang menyarankan maju sebagai caleg DPRD Provinsi, agar bisa menduduki posisi ketua demi memperjuangkan sebagian program yang ditawarkan saat pilgub.
Di samping itu, kalangan pegiat LSM dan pemerhati demokrasi yang berkiprah di Jakarta, juga tak sedikit menelepon langsung untuk memberikan support dan dorongan agar maju sebagai caleg DPR RI. “Saya tentu berterima kasih atas tawaran, dorongan dan support itu. Tapi keputusan dan sikap saya sudah bulat,” tandas IYL.
Alasan IYL yang memilih tidak maju di pileg salah satu, lantaran tidak ingin membuat timnya kecewa. “Jika saya maju di pileg, saya pastikan ada beberapa irisan dengan caleg lain yang selama ini membantu dan menjadi tim saya di pilgub. Saya khawatir mereka kecewa jika saya juga maju,” terang IYL.
Baginya, momentum Pemilu 2019 merupakan tempat untuk ikut membantu sejumlah figur dan tim yang selama ini tulus mendukungnya saat pilgub 2018. “Ini waktunya bagi saya untuk membantu mereka,” jelas IYL yang maju berpasangan dengan Bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar (Cakka).
Sekadar gambaran, pasangan IYL-Cakka mendapat dukungan dari sejumlah partai politik. Di antaranya Partai Demokrat, Perindo dan Partai Berkarya.
Tak hanya itu, IYL-Cakka juga mendapat dukungan dari banyak tokoh parpol. Sebut saja Amir Uskara dan HM Aras dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Usman Lonta dan Yusran Paris dari partai Amanat Nasional (PAN), serta Bahar Ngitung dari Partai Hanura. (rif)

Exit mobile version