MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar tahun 2017 telah mengusulkan bantuan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI). Bantuan yang diusulkan berupa gerobak jualan, tenda jualan dan cooler box.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan di Disdag Makassar, Ikhsan mengatakan, ada sebanyak 600 unit bantuan alat untuk PKL yang berada di Makassar telah lama diusulkan di pusat. Diharapkan dengan bantuan itu bisa membantu PKL mengembangkan bisnis usaha-usahanya.
“Kami harap usulan bantuan di pusat dapat terealisasi di tahun ini. Kami usulkan 200 unit gerobak jualan, 200 unit tenda jualan, dan 200 unit cool box,” jelas Ikhsan Senin (16/7).
Ikhsan menambahkan, bantuan akan berikan kepada para PKL atau pelaku UKM yang saat ini berjualan di tempat-tempat yang bukan di atas trotoar jalan. Dan PKL yang berjualan di kawasan PKL Center Kaki Lima Ta’ di Jalan Kartini.
“Jika bantuan sudah direalisasikan, kami perioritaskan salurkan ke PKL yang bermukim di kawasan PKL Center dan PKL atau UKM yang berjualan bukan di atas trotoar jalan yang mengganggu masyarakat,” tambahnya.
Selain menyiapkan bantuan untuk PKL dan pelaku UKM, Disdag Kota Makassar juga hadir sebagai fasilitator di dalam membantu PKL dan UKM mendapatkan bantuan modal usaha dari perbankan. Dalam kegiatan sosialisasi menghadirkan pihak perbankan seperti BRI, Hasamitra dan Bank Sulselbar.
Tujuan sosialisasi program fasilitasi modal usaha sendiri untuk memberikan pencerahan bagi PKL dan UKM cara mendapatkan bantuan modal usaha. Selain itu diberikan pembekalan pemanfaatan modal untuk pengembangan bisnis usaha.
“Selama ini cukup banyak PKL dan UKM bingung tentang bagaimana mendapatkan bantuan modal usaha. Olehnya itu kami membuat kegiatan sosialisasi guna memberikan pengetahuan bagi PKL dan UKM tentang mekanisme mendapatkan bantuan modal usaha,” tutupnya. (arf)