Site icon Berita Kota Makassar

Pangkalan Nakal, Disperindag Panggil Agen

SIDRAP, BKM — Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidrap menindaklanjuti keluhan warga terkait peralihan fungsi dan pengurangan gas elpiji bersubsidi 3 Kg.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidrap, H Sudarmin, Senin, (16/7) mengatakan menyusul adanya keluhan dari warga Panca Lautang.
Dia menegaskan, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sidrap kemudian melakukan pemanggilan terhadap agen resmi untuk menertibkan pangkalan nakal.
“Keluhan masyarakat segera kami tindaklanjuti. Tentunya terlebih dahulu kita akan koordinasi dengan bagian ekonomi untuk pemanggilan agen elpiji,”ujar Sudarmin.
Dia menegaskan gas elpiji bersubsidi tidak boleh disalagunakan. Itu khusus pemakaian kebutuahan rumah tangga.
“Itu salah jika petani lebih diprioritaskan dengan jumlah yang besar. Apalagi sampai tidak diberikan warga untuk keperluan rumah tangga seperti memasak,” tegasnya.
Tak hanya itu, Diperindag juga bakal memberikan teguran terhadap agen karena seenaknya saja memberikan pangkalan kepada warga tanpa berkoordinasi dengan pemerintah.
Pendirian pangkalan itu, tidak semerta-merta dilakukan harus melihat jarak dan jumlah KK dalam satu wilayah sehingga pembagian tabung secara merata.
“Pangkalan nakal dan bermain akan ditertibkan melalui agen resminya. Hal itu tidak boleh dibiarkan karena bisa menimbulkan konflik dimasyarakat,” jelasnyal.
Agen akan ditindak tegas jika ditemukan melakukan bongkar muat diluar pangkalan dan mengurangi jatah pangkalan.
Kabag Ekonomi Pemkab Sidrap, Ambo Ela mengatakan, dalam waktu dengan pihaknya akan berkoordinasi dengan agen untuk membicarakan hal tersebut.
“Tidak ada kelangkaan elpiji di Sidrap, hanya saja ada pemakaian yang berlebihan seperti penggunaan petani dan penyalurannya tidak mereta,” tandasnya.
Dia menyebutkan, bahwa tabung gas yang beredar setiap hari di Sidrap sebanyak 13 ribu tabung yang tersebar di 106 desa dan kelurahan yang ada di 11 kecamatan. Meski begitu, ia mengklaim, peredaran tabung kemungkinan tidak mereta sehingga ada daerah yang mengalami kelangkahan tabung.
“Kami sudah buat tim untuk menyelidiki kelangkaan yang terjadi akhir-akhir ini. Dan akan kami secepatnya koordinasikan dengan para agen untuk diantisipasi secepatnya,” katanya.
(ady/C)

Exit mobile version