MAKASSAR, BKM–Memasuki musim haji tahun 2018, puluhan aparat kepolisian dan petugas haji disiagakan untuk mengamankan Asrama Haji Sudiang Makassar, di Jalan Goa Ria, Kecamatan Biringkanaya. Ini terlihat saat jamaah calon haji (JCH) kloter pertama mulai memasuki asrama, Senin (16/7) sore.
Para petugas pintu masuk berjaga 24 jam, untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menganggu kelancaran aktivitas jamaah calon haji.
Bahkan keluarga yang mengantar keberangkatan calhaj hanya boleh mengantar sampai pintu gerbang asrama haji, dan dibatasi hanya dua orang saja pengantar yang bisa masuk membantu calhaj masuk pondokan.
Sementara itu, para tamu Allah diterima langsung Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulsel di Masjid Kubah, karena aula yang menjadi tempat penerimaan calhaj sementara dalam proses renovasi.
Iskandar menjelaskan, kepada para calhaj dirinya berpesan agar selama di Asrama Haji hingga proses keberangkatan, mematuhi semua petunjuk dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Selain itu, pada calhaj juga diminta untuk tetap menjaga kesehatan, tidur yang cukup selama berada di Asrama supaya saat keberangkatan berada dalam kondisi yang fit. Apalagi perjalanan dari Makassar menuju Tanah Suci memakan waktu yang cukup lama.
Sementara itu, Kepala Bidang Haji dan Umrah Kemenag Sulsel, Kaswad Urais menjelaskan kloter I Embarkasi Makassar masuk di Asrama Haji Sudiang sekitar pukul 15.00 dan diterima oleh Kakanwil Kemenag Sulsel sekitar pukul 16.00.
Kloter pertama merupakan calhaj yang berasal dari Kota Makassar. Jumlahnya sebanyak 450 jamaah ditambah lima petugas haji, sehingga totalnya 455 orang.
Menurut rencana, kloter I Embarkasi Makassar akan bertolak ke Tanah Suci hari ini, Selasa (16/7) sekitar pukul 16.50 sore.
Komisi E DPRD Sulsel tak mau ketinggalan untuk melakukan pemantauan saat kloter I masuk asrama haji. Dan menurut rencana, hari ini, Komisi VIII DPR RI juga akan melakukan kunjungan ke Asrama Haji Sudiang untuk mengetahui dan memantau secara langsung proses pemberangkatan para calhaj tersebut.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono sebelumnya mengatakan, kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tentunya sangat ditentukan oleh dukungan dan kerja keras mereka.
“Saya memahami betul bahwa profil para jamaah Haji yang saudara akan layani sangat heterogen baik dari segi pendidikan, umur, pekerjaan dan latar belakang sosial budaya,” kata Soni.
Menurutnya, kondisi jamaah haji saat ini tidak saja kritis, tetapi juga korektif. Sehingga pelayanan tidak hanya diberikan pada aspek fisik akan tetapi juga menyangkut masalah psikis.(rhm)
