Site icon Berita Kota Makassar

Suhu di Tanah Suci Bisa Capai 55 Derajat

MAKASSAR, BKM — Jamaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) I Embarkasi Hasanuddin, bertolak ke Tanah Suci, Senin (17/7). Tetamu Allah itu dilepas secara resmi oleh sejumlah pejabat.
Di antaranya Penjabat Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina. Samsu Niang dari Komisi VIII DPR RI. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulsel yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, dan pejabat lainnya.
Ketua PPIH Sulsel Iskandar Fellang menjelaskan, jumlah JCH yang berangkat melalui Embarkasi Hasanuddin sebanyak 15.869 orang. Angka itu merupakan gabungan dari delapan provinsi di Kawasan Indonesia Timur (KTI). Dari jumlah tersebut, terbanyak berasal dari Provinsi Sulsel, yakni 7.269 JCH.
Ada 35 kloter untuk Embarkasi Hasanuddin. Kloter I berangkat Selasa (17/7), dan akan tiba kembali di Tanah Air pada 21 Agustus mendatang. Sementara kloter terakhir bertolak ke Tanah Suci pada 14 Agustus, dan tiba di Tanah Air 25 September 2018.
Ketua Tim Komisi VIII DPR RI Samsu Niang dalam kesempatan itu, memberi sejumlah catatan positif pada penyelenggaraan ibadah haji kali ini. Salah satunya terkait pemondokan jamaah selama di Tanah Suci.
Menurut dia, DPR RI sudah memperjuangkan agar JCH menginap di hotel atau pemondokan berkelas bintang tiga.
“Pemerintah Indonesia telah memperhatikan pemondokan saat jamaah berada di Mina dan Musdalifah. Di antaranya menyediakan tenda yang lebih tebal dan dilengkapi pendingin ruangan yang layak. Termasuk fasilitas WC agar jamaah Indonesia tidak mengantre saat ingin menggunakannya,” terang Samsu Niang.
Legislator Senayan asal Sulsel ini bahkan mengklaim, fasilitas haji reguler yang disiapkan pemerintah saat ini tidak jauh berbeda dengan fasilitas haji plus.
Selain itu, hasil pembahasan DPR RI dengan badan penyelenggara, jatah makan JCH Indonesia menjadi 75 kali.
Rinciannya, 40 kali makan selama di Mekkah, 18 kali di Madinah, 16 kali di Mina, dan satu kali makan saat kedatangan di Arab Saudi.
Selain itu, fasilitas mobil yang akan dipakai JCH Indonesia merupakan keluaran tahun 2017. Sehingga, tidak ada lagi JCH yang ketinggalan selama melakukan perjalanan dari Madina ke Mekah, maupun menuju ke Padang Arafah.
“Kami menolak kalau mobilnya bukan keluaran 2017,” tandas Samsu Niang.
Samsu Niang mengatakan, petugas penyelenggara haji tahun 2018 juga ditambah menjadi 4.100 orang. Sebelumnya, di musim haji tahun 2017 lalu jumlah petugas sebanyak 3.500 orang.
Dari bidang imigrasi, Samsu Niang mengaku pemerintah Arab Saudi telah melakukan perekaman sidik jari dan retina mata di embarkasi dalam negeri.
Pengambilan sidik jari ini bertujuan untuk mengurangi antrean ketika JCH Indonesia tiba di Arab Saudi, yang biasanya berlangsung hingga empat jam. “Jadi saat tiba, petugas di Arab Saudi hanya menstempel paspor jamaah,” ujar Samsu Niang.
Kepada jamaah, Samsu Niang mengingatkan mereka untuk senantiasa menjaga kesehatan selama di Tanah Suci. Sebab, cuaca di sana cukup ekstrem, bisa mencapai hingga 55 derajat celsius.
“Kepada seluruh jamaah diharapkan untuk senantiasa menjaga kesehatan. Perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi, ” imbuhnya. (rhm/rus)

Exit mobile version