Site icon Berita Kota Makassar

Matos Diharap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Semakin Baik

MAMUJU, BKM — Kehadiran Maleo Town Square (Matos) di Mamuju yang menjadi ibukota Provinsi Sulbar, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah semakin baik. Juga, ekonomi masyarakat semakin meningkat.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar, Hj Enny Anggraeny Anwar saat membacakan sambutannya pada ulang tahun ke 27 PT Karya Putra Mandala (KMP) dan D’Maleo ke 8, serta soft opening Maleo Town Square, di atrium Maleo Town Square Mamuju, Senin (16/7).
Enny mengatakan, kehadiran Maleo Town Square di Mamuju tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi serta memberi peluang bagi anak daerah untuk bekerja. Investasi ini bisa menyerap tenaga kerja. Khususnya putra-putri daerah. Selain itu, juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat.
Mall ini dilengkapi fasilitas penunjang yang tentunya akan memanjakan masyarakat agar berbelanja dengan simpel. ”Namun demikian, bukan berarti kita mematikan pasar-pasar tradisional yang ada di sini. Ini untuk menjaga keseimbangan ekonomi antara masyarakat ke bawah, menengah, dan ke atas di Sulawesi Barat,” kata Enny Anggraeny.
Masih kata Enny, apa yang dilakukan PT KMP sampai saat ini, telah dirasakan bersama masyarakat Sulbar. Keberadaan Hotel D’Maleo yang telah dibangun PT KMP sejak delapan tahun lalu di ibukota Provinsi Sulbar, saat ini sangat membantu pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya bagi Pemkab Mamuju.
Di samping juga membantu dalam kenyamanan, kebahagiaan warga Mamuju, khususnya bagi tamu-tamu yang datang di Sulbar. ”Selaku pemerintah provinsi, saya bangga dengan hadirnya fasilitas yang telah dibangun KMP. Karena ketika tamu-tamu datang, sudah ada hotel Maleo yang jadi tempat para tamu untuk bermalam. Dimana, hotel yang telah dilengkapi segala fasilitas yang sangat representatif yang bisa membuat tamu betah berlama-lama menghabiskan waktu di Sulbar,” kata Enny.
Masih kata Enny, setelah PT KMP membangun Hotel D’Maleo yang telah dilengkapi water park, kini D’Maleo menghadirkan Matos. Masyarakat Sulbar pun antusias menyambut kehadiran pusat belanja Matos di Provinsi Sulbar pada hari pembukaan. Itu ditandai dengan ramainya masyarakat yang datang berkunjung. Bahkan, hingga hingga saat ini.
”Semoga kehadiran mal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah semakin baik, serta masyarakat semakin meningkat ekonominya,” harap orang nomor dua Sulbar itu.
Komisaris PT KMP, Pieter David Wijaya, mengemukakan, suatu kesuksesan dimulai dari perencanaan yang matang. Pelaksanaan pembangunan meski memakan waktu lama, tapi dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan PT KMP pada akhirnya dapat dinikmati dan rasakan kehadirannya sekarang.
”Semoga dengan kehadiran Matos dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat dan mengurangi pengangguran khususnya di Sulawesi Barat,” ucap Piter.
Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen Pol Baharuddin Djafar, perkembangan Mamuju begitu cepat. Dimana ditandai dengan kehadiran Hotel D’Maleo yang telah dilengkapi waterpark, serta kehadiran Matos.
”Dengan dibangunnya Matos, masyarakat tidak perlu lagi pergi jauh untuk berbelanja ke luar Sulawesi Barat. Karena semua sudah tersedia di tempat ini,” kata Baharuddin Djafar.
Bupati Mamuju, Habsi Wahid pada kesempatan itu mengemukakan, kehadiran PT KMP cukup memberikan kontribusi baik. Dimana, pertumbuhan ekonomi yang ada di Mamuju sekarang mencapai 7,91 persen.
”Itu merupakan salah satu kontribusi yang disumbangkan KMP Group di daerah. Selain itu, dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di daerah kita. Dengan kehadiran KMP ini juga berperan di dalamnya, demikian juga lapangan kerja,” kata Habsi.
Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni mengatakan, pihaknya sangat bangga dan mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan PT KMP. Karena begitu antusias memikirkan Provinsi Sulbar.
”Jangan Cuma pendatang saja yang mau berkiprah khususnya di Sulbar. Tapi kita harus berbuat. Dimana, banyak sumber hasil dari Sulbar Barat yang sangat membutuhkan pengelolaan dari kita,” harap Aras.
Mantan Bupati Mamuju, Suhardi Duka ini yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, suatu usaha dibangun tidak langsung besar, tentu dimulai dari satu perusahaan kemudian dikelola, dibina dan akhirnya menjadi besar dan bisa melahirkan persahaan – perusahaan yang lain.
“Kita harus bangga bahwa penduduk asli Mamuju mampu berbuat untuk daerahnya, dan itu menandakan bahwa kita sudah mampu membangun daerah kita sendiri, tidak mesti kita mengundang investor dari luar Sulbar untuk membangun daerah kita ini,” ucap SDK.
Turut hadir Ketua DPRD Provinsi Sulbar diwakili Arman Salimin, Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, Suraedah, Ketua DPRD Kabupaten Mateng Arsal Aras Tammauni, Suardi Duka, komisaris utama PTKMP, Kajari Mamuju, Andi Muh Hamka, Kapolres Mamuju, Dandim Mamuju, manajamen dan karyawan PT KMP serta undangan lainnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version