GOWA, BKM — Senyum ramah dan santun keluarga besar Raja Gowa ke 36 Andi Idjo Karaeng Lalolang menyambut kedatangan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sesaat tiba di Museum Istana Balla Lompoa, Kamis (19/7/2018) malam.
Kehadiran Adnan di rumah adat tersebut serangkaian menghadiri tahlilan 40 hari wafatnya Andi Maddusila Andi Idjo yang digelar keluarga besarnya di Museum Istana Balla Lompoa. Kehadiran Bupati Gowa inipun di tengah rumpun keluarga Raja Gowa telah menepis isu polemik yang selama ini mendera dua pihak yakni pihak Andi Maddusila dan pihak Pemkab Gowa.
Saat tiba dan memasuki bagian dalam Museum Istana Balla Lompoa, bupati muda dan perperawakan tinggi ini disambut hangat Andi Kumala Idjo, adik dari Andi Maddusila di ruang utama tempat tahlilan digelar. Andi Kumala Idjo didampingi Andi Baso Macmud dan sejumlah sesepuh keluarga Raja Gowa ke-36 lainnya.
Sekadar diketahui, selama ini hubungan Pemerintah Kabupaten Gowa dengan pihak keluarga kerajaan banyak berpolemik. Sehingga kehadiran Adnan menjadi awal rekonsoliasi antara Pemerintah Kabupaten Gowa dengan pihak keluarga Kerajaan Gowa.
Adnan saat diberikan kesempatan menyampaikan sepatah kata, tak menampik jika momen kehadirannya di tengah-tengah keluarga besar Andi Maddusila Andi Idjo itu, sebagai awal yang baik dalam membangun silaturahmi antara kedua belah pihak. “Ini awal yang baik, agar kita mampu membangun hubungan yang lebih baik lagi,” kata Adnan.
Di tengah keluarga kerajaan itu, Bupati Adnan juga menjelaskan terkait ketidakhadirannya saat hari pemakaman Andi Maddusila. Adnan mengaku sebenarnya berencana hadir.
“Tapi kondisi saya waktu itu tidak memungkinkan karena demam tinggi. Tapi waktu saya mendengar kabar duka ini, saya sampaikan langsung ke Andi Kumala Idjo, apa yang bisa saya bantu,” kata Adnan.
Karena tidak sempat hadir saat jenazah Andi Maddusila disemayamkan, Adnan pun menjelaskan bahwa dirinya mendatangi langsung kediaman almarhum dan bertemu langsung dengan istri dan anak Andi Maddusila.
“Kemarin malam, Pak Andi Kumala Ijdo dan Ibu Andi Hikma Kumala Idjo datang ke rumah mengundang saya menghadiri tahlilan 40 hari almarhum dan malam ini saya hadir,” kata Adnan.
Ia pun berharap, kedepan Pemerintah Kabupaten Gowa dengan pihak keluarga Kerajaan Gowa bisa bergandengan tangan menjaga warisan adat istiadat dan budaya Gowa.
Sementara itu, mewakili keluarga besar Raja Gowa, Andi Kumala Andi Idjo menyampaikan terima kasih atas ketulusan Bupati Gowa untuk hadir dan membangun hubungan silaturahmi dengan keluarga Kerajaan Gowa.
“Gowa harus dibangun bersama, bergandengan tangan. Jangan lagi ada pertentangan. Pertentangan tidak membawa kemajuan. Yang harus kita pikirkan apa yang mau kita lestarikan untuk anak cucu kita,” kata Andi Kumala Andi Idjo.
Kehadiran Bupati Gowa menurut Andi Kumala Andi Idjo memperlihatkan bagaimana indahnya kebersamaan. “Pada malam ini, menandakan indahnya kebersamaan dalam mencapai cita-cita untuk mensejahterakan masyarakat. Kita harus berkolaborasi bersama pemerintah untuk menjaga akar budaya kita,” timpal Andi Kumala Andi Idjo. (saribulan)
