Site icon Berita Kota Makassar

PDIP dan PKB Patok Pimpinan Dewan

MAKASSAR, BKM–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sulawesi selatan memasang target untuk menempatkan kadernya pada unsur pimpinan DPRD Sulsel.
Tak hanya PDIP, namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mematok target pimpinan di parlemen Sulsel. Bila mengacu pada daftar usulan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di 11 daerah pemilihan (Dapil) kedua partai politik (Parpo) diprediksi masuk lima besar lantaran mengakomodir sejumlah tokoh, diantaranya mantan bupati, wakil bupati hingga mantan calon bupati dan wakil bupati.
Tak hanya itu, PDIP juga akan diuntungkan dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar secara bersamaan dengan Pileg pada 17 April 2019 mendatang.
Wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel DAN Pongtasik mengemukakan bila target partainya wajib menaikkan kursi tiga hingga 4 kursi pada Pileg mendatang. “Target kita memang kursi harus bertambah 3 hingga 4 kursi. Dengan komposisi caleg yang merupakan kombinasi antara kader dengan tokoh yang memiliki popularitas, akseptabilitas atau ketokohan tentu akan mangangkat perolehan suara PDIP hingga menjadi parpol papan atas di Sulsel,”ujar DAN Pongtasik, Kamis (19/7).
Hal sama dilontarkan Sekretaris Dewan Syuro Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel Wahyuddin AB Kessa yang menegaskan bila partai yang dipimpin Muhaimin Iskadar juga mematok Sulsel harus dapat unsur pimpinan di dewan. “Kita
optimis raih 9 sampai 10 wakil di parlemen,”ujar Wahyuddin, Kamis (19/7).
Wahyuddin yang juga anggota Komisi E DPRD Sulsel menegaskan bila target 9 hingga 10 kursi nanti bukan hal yang tak mungkin, sebab PKB serius memperkuat semua Dapil. “Harus memang mendapat satu kursi setiap Dapil, utamanya Dapil I Sulsel, Dapil II, Dapil III, Dapil IV, Dapl VI, Dapil VIII, Dapil IX dan Dapil XI,”ujar Wahyuddin.
Meski demikian, Wahyuddin mengakui bila wilayah yang paling sulit itu yakni Dapil X meliputi kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. “Untuk dapil X kita memang harus realistis, sebab kedua wilayah tersebut memang tidak menjadi prioritas,”ucap pengganti antar waktu dari Andwar Sadat Bin Abd Malik ini. (rif)

Exit mobile version