PADA UMUMNYA pekerjaan berisiko kematian biasanya bergaji besar, seperti pekerja PLN dan mengingat taruhannya adalah hidup dan mati. Namun masih ada pekerjaan yang berisiko berat tetapi gajinya tidak seberapa, mereka itu adalah petugas swakelola drainase bentukan Pemerintah Kota Makassar, seperti yang dilakoni Abdul Karim Dg Calla.
PENULIS: JU NI SEWANG
Namanya drainase atau selokan memang salah satu kebutuhan penting masyarakat, karena hasil limbah kotoran dari dapur dan kamar mandi ditampung dalam drainase tersebut. Memang tak dapat dipungkiri kadang keadaan drainase di Kota Makassar masih butuh peningkatan, karena seringkali mengalami mampet hingga air berubah gelap. Keadaan diperburuk dengan bajir, karena kurangnya drainase yang menyalurkan air.
Bahkan Karim bersama teman-temannya hanya menggunakan alat seadanya untuk turun membersihkan drainase. Mungkin kalau ada hanya penggaruk untuk menyingkirkan sampah.
Kepada penulis, Karim mengaku adalah salah satu petugas kebersihan swakelola pembersihan drainase Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Kurang lebih tiga tahun ia bertugas membersihkan drainase, lorong- lorong, halaman warga. Hal itulah menjadi tugas pokoknya.
Karim mengaku tetap senang menjalani profesinya tersebut meski pendapatannya tidak seberapa. Ia mengaku, ikhlas karena melalui tangan-tangannya bersama tenam lainnya mampu mengatasi pencemaran lingkungan dan mengurangi dampak banjir di wilayah Kelurahan Batua, serta menjadikan Batua sebagai daerah bersih.
Ia mengaku memulai pekerjaannya pukul 08.00 sampai 12.00 siang.”Alhamdulillah ada kegiatan, kalau selesai kerjaan, alhamdulillah juga banyak kegiatan di luar. Bisa kerja serabutan saja, karena masih banyak orang percaya dengan hasil kerja saya,” tuturnya. (*)
