JENEPONTO, BKM — Masyarakat Ujungmoncong Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, pada Sabtu malam (21/7) dibuat geger. Pasalnya, gedung SDN 236 Ujungmoncong, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, nyaris tak bersisa dilalap si jago merah.
Hal ini disebabkan lima unit mobil pemadam kebakaran sangat terlambat tiba di lokasi kebakaran. Demikian disampaikan Kepala Dusun Ujung Moncong, Desa Banrimanurung, Ibrahim, saat ditemui di rumahnya di Kampung Ujungmoncong, Minggu (22/7).
Ibrahim mengatakan, ketika kebakaran terjadi dirinya sedang tertidur lelap. Ketika mendengar suara teriakan warga kalau ada api, dirinya langsung terbangun. ”Saya langsung keluar rumah dan melihat ke arah sekolah. Saya melihat api sudah membumbung tinggi di atas gedung sekolah. Namun disyukuri, karena kebakaran ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan tidak merembet ke rumah warga lainnya,” ujar Ibrahim.
Ibrahim juga sangat menyayangkan terlambatnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Tapi Ibrahim mengaku bisa memaklumi karena jarak antara tempat pool mobil pemadam kebakaran di Kecamatan Binamu ke lokasi kebakaran di Kecamatan Bangkala Barat sangat jauh, yakni sekitar 40 kilometer.
Diharapkan ke depan, Pemkab Jeneponto menyediakan satu unit mobil pemadam kebakaran di satu kecamatan. Atau 11 mobil pemadam yang dibagikan ke 11 kecamatan se Kabupaten Jeneponto guna meminimalisir korban kebakaran,” jelas Ibrahim
Kapolsek Bangkala, AKP Bachtiar, mengatakan, dugaan sementara kebakaran yang melanda gedung SDN 236 Ujungmoncong akibat dari korsleting listrik. Karena saat kebakaran tidak ada aktivitas di sekolah itu. (krk/mir/c)
Gedung SDN 236 Ujungmoncong Ludes Terbakar
