Site icon Berita Kota Makassar

HIPMI Sulbar Harus Desain Program Kerja

MAMUJU, BKM — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Sulbar masa bakti 2018-2021, diharapkan mampu menciptakan peluang pengembangan usaha-usaha dari ketersediaan potensi sumber daya alam yang ada di daerah.
”Saya berharap kepada pengurus HIPMI Sulbar untuk bisa bersinergi dengan pemerintah dalam menyongsong perkembangan ekonomi global. Juga, harus terus berkomitmen untuk selalu menjadi mitra kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar,” kata Ali Baal Masdar (ABM) saat menghadiri acara pelantikan pengurus BPD HIPMI Sulbar periode 2018-2021 yang berlangsung di Hotel Maleo, Jumat (20/7).
Dikatakan, pengembangan setiap organisasi merupakan hal penting meraih kesempatan dalam memberdayakan setiap potensi yang dimiliki organisasi di era globalisasi saat ini.
Pemberian motivasi, kata ABM, perlu bagi para anggota untuk lebih berperan secara aktif membangun perekonomian bangsa, khususnya di Provinsi Sulbar. Perlu disadari secara seksama, terkait segala usaha pengembangan berbagai sektor unggulan di Sulbar, diperlukan sikap yang lebih cerdas dalam mencapai terobosan pengembangan usaha-usaha yang mempunyai peranan strategis sebagai sumber pendapatan masyarakat diberbagai prospek pasar dalam negeri maupun ekspor serta memiliki peranan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Dengan demikian, HIPMI Sulbar harus mampu mendesain program kerja dan keputusan yang dapat menjawab segala tantangan, yang disesuaikan dengan kemampuan dan situasi. Juga, kondisi wilayah yang sejalan dengan arah prioritas pembangunan daerah ke depan,” ujar Ali Baal.
Wakil Ketua Umum BPP HIPMI, Yasser Palito, menyampaikan, sekiranya tidak terjadi keberpihakan antara pengusaha lokal dengan pengusaha asing. Dimana sudah dapat dipahami, pemilik sah bangsa Indoneaia adalah anak-anak dan cucu para pejuang yang telah berjuang meraih kemerdekaan demi berpijaknya putera-puteri Indonesia di tanah Indonesia yang tercinta.
”Para pengusaha muda tidak akan lucu jika harus bersaing dengan pihak BUMN yang memiliki profesi sama,” ucap Yasser.
Ketua BPD Hipmi Sulbar periode 2018-2021, Jufri Mahmud, menyampaikan, kepengurusan HIPMI Sulbar terpilih telah berkomitmen menjaga marwah Sulbar demi kemajuan perekonomian daerah yang kaya akan sumber daya alam. Dimana berdasarkan data 40,40 persen sumber daya daerah seperti kelapa sawit, kelapa, cengkeh, persawahan, dan kekayaan hasil laut yang begitu luas.
”Limpahan kekayaan Sulbar perlu dijaga. Dan HIPMI memiliki tanggung jawab yang penuh untuk menjaga potensi alam,” sebut Jufri.
Masih kata Jufri, HIPMI dituntut memiliki daya kreatif dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah marak menyerbu Indonesia di tengah persaingan tenaga kerja asing di bangsa sendiri.
”HIPMI harus mampu mengubah pola pikir generasi muda. Dimana setelah tamat dalam jenjang pendidikan, tidak harus mengidolakan status PNS. Tapi beralih menjadi sebuah pengusaha yang dapat mengangkat taraf kehidupan,” tandasnya.
Ketua Kadin Sulbar, Taslim Tammauni, mengatakan, sudah seharusnya para generasi muda tidak lagi memberatkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang harus memenuhi pemenuhan kuota pegawai negeri sipil yang tidak pernah ada habisnya.
”Harapan kami bagi Sulawesi Barat, melalui HIPMI perekonomian Sulbar beserta para pemuda harus mampu lebih maju dan berkembang di dunia usaha. Sehingga provinsi ke 33 ini dapat mandiri setara daerah lainnya,” kata Taslim. (ala/mir/c)

Exit mobile version