JENEPONTO, BKM–Legislator Partai Hanura DPRD Jeneponto Hj Irmawati Sila yang telah berkiprah selama dua periode ingin adu keberuntungan di Makassar. Pada Pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang, Hj Irmawati akan bertarung di daerah pemilihan (Dapil) V meliputi Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate. “Insya Allah saya maju lewat dapil V meliputi kecamatan Mamajang, Mariso, dan Tamalate,”ujar Hj Irmawati Sila saat ditemui di Kampung Bungung Bangkala Desa Bontolebang Kecamatan Kelara Jeneponto, Minggu (22/7).
Irmawati mengatakan bahwa sebagai anggota DPRD Jeneponto dua periode sejak tahun 2009 sampai sekarang dirinya telah banyak makan asam garam. “Makanya saya mau suasana baru dengan menjadi Caleg untuk DPRD Kota Makassar. Dan saya yakin akan duduk kembali meskipun di dapil yang berbeda, tapi dengan modal dan kemampuan saya sebagai anggota DPRD Jeneponto sejak umur 21 tahun tentunya menjadi modal dalam menggalang konstituen di Makassar,”ujarnya.
Kepindahan Irmawati ke makassar dengan pertimbangan suami yang bertugas di Polres Gowa. Selain itu, pertimbangan lainnya lantaran sedang menyelesaikan study magister di UMI Makassar. Tak hanya itu, juga lantaran sudah ada rumah di makassar sehingga membesarkan hati untuk bertarung di Kota Makassar. “Dan doakan saya memenangkan pertarungan ini,”harap Irmawati.
Irmawati juga mengapresiasi bagi caleg perempuan lain yang mengungkapkan, bahwa calon legislatif yang berasal dari perempuan jangan hanya jadi pelengkap dalam daftar bacaleg pada setiap Dapil atau mewakili keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. “Perempuan juga punya andil untuk duduk di parlemen dan punya hak untuk ikut berpolitik”, ujar Irmawati.
Politisi Hanura ini juga mengenang saat dirinya selalu menginspirasi perempuan untuk terlibat dalam berpolitik demi berjuang bersama rakyat agar bisa sejajar dengan kaum laki laki.Terbukti Irmawati yang masih tergolong politisi muda ini dapat duduk di DPRD Jeneponto kala itu masih ber umur 21 tahun. Tepatnya pada tahun 2009 hanya 4 orang perempuan yang duduk di DPRD Jeneponto kini sudah ada 9 orang. Itupun dengan umur rata-rata diatas 50 tahun. “Sementara saya yang paling muda berusi 21 tahun dan saat itu masih tercatat sebagai mahasiswi S1 di Unhas,”tutur Irma.
Menurutnya, seorang wakil rakyat tidak hanya punya popularitas belaka, namun harus punya visi dan misi yang jelas dan tentunya pro rakyat. “Yang jelas saya disini ingin berjuang dan mengawal segala aspirasi rakyat khususnya masyarakat kecil dan juga sistem penganggaran harus tetap pro rakyat dan pro gender serta tetap membangun sinergitas dengan wali kota untuk kepentingan masyarakat,”pungkas Irmawati. (krk/rif/c)
Legislator Hanura Jeneponto Adu Keberuntungan di Makassar
