SIDRAP, BKM — Sebuah rumah panggung di Dusun 2 Turungeng Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe Sidrap robouh diterjang banjir, Sabtu (21/7).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirahkan puluhan juta. Saat kejadian pemilik rumah Lahatu (40) bersama istrinya Idira (38) dan anaknya Fitra tidak berada di rumah.
Kades Teteaji, Andi Muh Gusli membenarkan robohnya sebuah rumah panggung milik warganya gegara banjir, Minggu (22/7). “Rumahnya roboh diakibatkan banjir yang terlalu lama menggenangi pemukiman warga,” ujarnya.
Tak hanya itu, bangunan rumah yang sudah rapuh termakan usia ditambah tumpukan eceng gondok dan disertai angin kencang membuat rumah tersebut bergeser dari tempatnya dan langsung roboh.
“Kejadian ini telah dilaporkan ke instansi terkait untuk secepatnya ditangani,” jeasnya.
Dia menambahkan, banjir yang terjadi sejak dua bulan terakhir sangat mengganggu aktivitas keseharian warga termasuk anak-anak sekolah.
Menurutnya, daerah itu memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahun, namun tahun ini tang terparah bahkan sudah ada rumah warga yang rusak.
“Selain satu unit roboh, masih ada sekitar 4 rumah yang terkena banjir rusak ringan. Kerusakan itu rata-rata di bagian dindin dan tiang rumah,” tambahnya.
Warga berharap supaya mendapat bantuan perbaikan rumah dari pemerintah yang rusak terkena banjir.
Banjir akibat luapan Danau Sidenreng dan Danau Tempe di Tetaji, Kecamatan Tellu Limpoe dan Wette’e, Panca Lautang terjadi sejak dua bulan lalu dan baru mulai berangsur surut. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Hasanuddin mengaku sudah menerima laporan robohnya salah satu rumah panggung warga akibat banjir.
“Betul kami sudah menerima laporannya. Kami secepatnya turun ke lapangan untuk mendatang lalu kemudian memberikan bantuan,” singkatnya.
(ady/C)
