Site icon Berita Kota Makassar

Baperjakat Pemprov Proses Pengisian Jabatan Lowong

MAKASSAR, BKM — Saat ini, sejumlah jabatan kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel mengalami kekosongan. Di antaranya, posisi Kepala Dinas Kesehatan yang ditinggalkan dr Rachmat Latief yang lebih memilih untuk menjadi pejabat fungsional.
Selain itu, posisi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang ditinggalkan Andi Murlina karena sudah memasuki masa pensiun. Serta posisi Kepala Biro Pembangunan yang ditinggalkan oleh Jumras setelah menjadi Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi secara definitif.
Kendati diisi oleh pelaksana tugas, namun kekosongan pejabat definitif dianggap mempengaruhi kerja-kerja di OPD terkait. Karena itu, Pemprov Sulsel berinisiatif untuk mengisi posisi lowong itu. Bukan dengan membuka seleksi terbuka atau lelang jabatan, melainkan dengan seleksi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Informasi yang diperoleh BKM, saat ini sedang berproses pengisian jabatan di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Sejumlah pejabat eselon II yang memiliki spesifikasi bidang kesehatan sudah mengikuti fit and proper test yang dilaksanakan Baperjakat.
Karena Dinas Kesehatan lebih spesifik, bisa dipastikan sejumlah direktur rumah sakit dengan pangkat eselon II mengikuti seleksi tersebut. Satu nama yang digadang-gadang sebagai calon kuat pengganti dr Rachmat Latief adalah dr Haris Nawawi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Haji.
Dikonfirmasi seputar hal itu, Ketua Baperjakat yang juga Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina membenarkan adanya proses seleksi tersebut.
“Baperjakat sementara melakukan seleksi untuk mengisi jabatan lowong di Dinas Kesehatan,” ungkapnya, Senin (23/7).
Menurutnya, proses seleksi itu dilaksanakan sesuai petunjuk Pj Gubernur Sulsel Sumarsono
“Sesuai petunjuk gubernur kita lakukan. Tapi apakah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri menyetujui atau tidak, itu masih berproses,” ujarnya.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah tersebut mengatakan, untuk mengisi posisi lowong di Dinas Kesehatan, proses yang akan dilalui masih cukup panjang. Dia belum bisa memastikan kapan akan dilaksanakan. Yang pasti, Baperjakat sudah memanggil sejumlah calon yang dinilai memenuhi kriteria untuk mengikuti seleksi.
Dia menambahkan, proses pengisian jabatan ini sifatnya hanya pergeseran sehingga tidak perlu dibuka lelang jabatan.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah Ashari Fakhsirie Radjamilo yang dikonfirmasi seputar itu, enggan berbicara banyak.
Menurut dia, pihaknya menunggu instruksi gubernur untuk pengisian jabatan yang lowong.
Selain posisi Kepala Dinas Kesehatan yang akan diisi secepatnya, sejumlah informasi terkait pergeseran jabatan di beberapa OPD juga berkembang. Di antaranya posisi Kepala Biro Humas dan Protokol yang akan diisi salah seorang pejabat senior di instansi tersebut sebagai pelaksana tugas.
Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol yang bergeser akan menempati posisi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Dan jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diisi oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang bergeser. (rhm/rus)

Exit mobile version