Site icon Berita Kota Makassar

Bulog Kumpulkan Mitra dan Petani di Maros

MAROS, BKM — Jelang musim panen gabah di beberapa wilayah di Kabupaten Maros, Bulog Divre VII mengumpulkan beberapa mitra Bulog dan petani di Maros. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pembelian gabah milik petani oleh tengkulak.
Kadivre Bulog Sulselbar, Mansur Siri, menjelaskan, pihaknya berharap, dalam panen raya ada gabah dan beras yang diserap ke Bulog. Untuk Kabupaten Maros, Bulog menargetkan beras dan gabah yang dapat dimasukkan ke Bulog sampai 9.000 ton.
”Targetnya kami penyerapan beras dan gabah di wilayah Maros mencapai 9.000 ton. Kami menunggu petani, mitra Bulog untuk menjual beras dan gabahnya ke kami. Berapa pun banyaknya, Bulog pasti beli. Kami harap, Subdivre Bulog Maros mampu memenuhi target penyerapan beras dan gabah ke Bulog,” ujarnya.
Ia berharap, petani tak lagi menjual berasnya kepada tengkulak yang berasal dari luar Kabupaten Maros. Ini supaya Subdivre Maros mampu memenuhi target penyerapan beras. Hal senada dikatakan, Ketua Satgas Pangan Polda Sulsel, AKBP Amiruddin.
Menurutnya, berdasarkan pengalamannya, hampir semua daerah penghasil beras dan gabah selain Sidrap, sudah disusupi tengkulak. Ulah tengkulak tersebut jelas merugikan petani. Karenanya, pihaknya akan menindak secara hukum bila ke depan ada tengkulak yang kedapatan membeli gabah maupun beras dari petani.
Anggota Komisi III DPRD Maros Hermanto menuturkan, seharusnya, untuk menghindari gejolak petani di musim panen, dinas pertanian harus memperhatikan aspirasi petani. Terrmasuk membeli dari petani dengan harga tinggi dari harga yang ditawarkan tengkulak.
”Kalau tidak seperti itu, maka Bulog dan pemerintah daerah, harus bersaing dengan penadah padi dari luar Maros yang lebih berani membeli padi dan gabah petani dengan harga tinggi. Makanya, harus ada solusi, supaya petani tidak dirugikan, Pemerintah dan Bulog juga mencapai targetnya,” jelasnya. (ari/mir/c)

Exit mobile version