MAKASSAR, BKM — Kebijakan perusahaan jasa dalam jaringan (daring) atau online, Go-Jek untuk menurunkan poin orderan go-food mendapat perlawanan dari anggota driver. Mereka turun melakukan aksi unjuk rasa di kantor Go-Jek di Jalan Alauddin, Kamis (26/7).
Dari pantauan BKM, sejumlah driver Go-Jek berkumpul di Lapangan Emmy Saelan, Jalan Hertasning pada pukul 09:00 sebelum mendatangi kantor Go-Jek. Sejumlah driver Go-Jek kompak menggunakan atribut berupa jaket bertuliskan Go-Jek.
Andre, salah satu driver Go-Jek mengaku, aksi digelar sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kebijakan penurunan poin orderan go-food. Jika itu diberlakukan tentu merugikan anggota ojek daring.”Kami menuntut agar poin tidak diturunkan. Dulunya poinnya 2 dan turun menjadi 1,5,” katanya.
Dengan kebijakan itu, pihak Go-Jek dinilai tidak berpihak dan merugikan para driver Go-Jek. Penurunan poin juga sangat membebani driver Go-Jek mengejar poin-poin sesuai target yang telah ditetapkan.
Andre menjelaskan, target 30 poin diberikan di orderan go-food. Jika tercapai driver mendapatkan Rp200 ribu. Kalau 25 poin mendapat Rp55 ribu, 20 poin mendapat Rp40 ribu, 12 poin dapat Rp25 ribu, dan 7 poin Rp10 ribu.
“Harus lebih ekstra lagi mengejar 30 poin dalam sehari. Dulu sebelum ada penurunan, saya mendapat 30 poin harus keluar dari pagi sampai malam. Itupun belum tentu capai, apalagi kalau diturunkan,” tambahnya.
Dia berharap rencana kebijakan yang akan diberlakukan pihak Go-Jek untuk batal diberlakukan untuk membantu pekerja gojek di Makassar mencari penghidupannya. (arf)
Driver Gojek Tolak Penurunan Poin Orderan
