Site icon Berita Kota Makassar

Setiap Desa Diharapkan Miliki Produk Unggulan

MAMUJU, BKM — Program Mandar, Cerdas dan Sehat (Marasa) dan One Village One Program (OVOP) yang di programkan Pemprov Sulbar dapat meningkatkan kapasitas masyarakat melalui produk unggulan. Juga, mampu mengubah status desa dari tertinggal menjadi maju. Bahkan, mendapatkan status desa mandiri.
”Kita harapkan setiap desa yang memiliki program unggulan yang dapat menjadi potensi desa yang mampu menjalankan perekonomian dengan mandiri dan merata. Sehingga dapat menyejahterakan rakyatnya,” ucap Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin saat membuka rapat koordinasi dan sinkronisasi program Maras dan OVOP yang tertuang dalam RPJMD Sulbar 2017-2022 di Hotel Maleo Mamuju, Kamis (26/7).
Untuk menciptakan produk unggulan, lanjut Ismail, salah satu kendala bagi masyarakat untuk menciptakan produknya ialah tidak memiliki dana. Sehingga ia menyarankan agar masyarakat dicarikan investor. Atau mengajak masyarakat untuk melakukan pinjaman uang di bank.
”Untuk melaksanakan program tersebut tidaklah susah. Tinggal bagaimana kita mempertemukan masyarakat dengan investor. Atau mengajak masyarakat untuk meminjam uang di bank. Itu satu cara untuk mencipakan produk unggulan,” sambungnya.
Kepala BPMD Sulbar, Muh Jaun, mengatakan , program Marasa dan OPOV tersebut sebagai upaya menggerakkan Indeks Desa Membangun (IDM) desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa yang berkembang.
Untuk itu, ia berharap dalam Rakor tersebut dapat merangkum semua masukan dan saran dari masing-masing OPD terkait. Sehingga lahir persepsi yang sama terhadap program Marasa dan OPOV.
”Semua masukan kita akan rumuskan dan kita akan bahas bagaimana membuat program kegiatan multi OPD ini untuk mengintervensi desa sebagai sasaran program desa Marasa dan OPOV,” ujar Jaun
Ketua panitia, Ernawati, menyampaikan, kondisi status desa di Sulbar berdasarkan data IDM Sulbar pada 2017 yakni sangat tertinggal sebanyak 138 desa, tertinggal sebanyak 294 desa, berkembang 130 desa, mandiri tidak ada dan maju sebanyak lima desa.
Turut hadir pada kegiatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulbar Arifuddi Topp, Dinas PMD kabupaten se Sulbar, Bappeda se Sulbar, OPD terkait serta undangan lainnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version